Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Sabtu, 03 Februari 2018

Tanaman Sebagai Pengawet Alami


1.      Kunyit (Curcuma domestica L.)
a.      Taksonomi
Kingdom             : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom        : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                   : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                   : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas            : Commelinidae
Ordo                    : Zingiberales
Famili                  : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus                  : Curcuma
Spesies                 : Curcuma domestica L.
Sinonim               : Curcuma longa Val. Curcuma domestica Rumph. Curcuma longa Linn
Nama Lokal         : Saffron (Inggris), kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia), Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura). ( Arisandi, 2002: 192).
b.      Deskripsi
Kunyit merupakan tanaman yang mudah diperbanyak dengan stek rimpang berukuran 20-25 gram. Bibit rimpang harus cukup tua. Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung. Tapi untuk menghasilkan rimpang yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka. Rimpang kunyit berwarna kuning sampai kuning jingga. (Sumiati, 2004.)
Habitat asli tanaman ini meliputi wilayah asia khususnya asia tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan ketinggian 40-100 cm. Batang merupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan  warna hijau pucat. Berbunga majemuk, berambut, dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, serta berwrna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing serta tepi daun rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan dan daging buah merah jingga kekuning-kuningan ( Johani, 2002:14).

Menurut Steenis (2006), tanaman yang termasuk family Zingiberaceae ini merupakan tanaman herba menahun dengan akar rimpang. Batang tegak. Daun kerap kali jelas 2 baris dengan pelepah yang memeluk batang dan lidah diantara batas pelepah dan helain daun. Bunga zygomorph, berkelamin 2. Kelopak berbentuk tabung dengan ujung yang bertaju kerap kali terbelah serupa pelepah. Daun mahkota 3, pada pangkalnya melekat. Benang sari sempurna 1, penghubung benang sari kerap kali lebar, ruang sari 2. Staminodia hampir selalu 3. Bakal buah tenggelam tenggelam, beruang 3 atau 1. Tangkai putik sangat langsing, dengan ujung terjepit di antara kedua benang sari. Kepala sari melebar. Buah kotak kebanyakan berkatup 3, kadang-kadang tidak pecah.
Menurut Tjitrosoepomo (2005), rimpang (rhizoma) sesungguhnya adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah, bercabang-cabang dan tumbuh mendatar dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Rimpang disamping digunakan sebagai alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.
Akar tinggal pada kunyit memiliki ciri-ciri yaitu berbentuk bulat atau jorong, bergaris tengah ±5 cm, panjangnya sekitar 2 cm sampai 6 cm, lebar sekitar 1 cm sampai 3 cm. Bagian tepi akar tersebut berkeriput, bagian luar bewarna coklat muda kemerah-merahan. (Kartasapoetra, 1996:60)
Dalam kunyit terdapat kandungan minyak atsiri dan curcumin yang telah teruji dapat meningkatkan daya tahan makanan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur. Penggunaan kunyit ini dapat dicampurkan langsung dengan makanan ataupun dibentuk kedalam mikro kapsul dan dimasukan ke dalam makanan yang ingin diawetkan.

2.      Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbi)
a.      Taksonomi
Kingdom             : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom        : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio        : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio                 : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas                   : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas             : Rosidae
Ordo                    : Geraniales
Familia                 : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus                  : Averrhoa
Spesies                 : Averrhoa bilimbi L .
Nama lokal          : Belembeng wuluh (Palembang), blimbing wuluh (Jawa), limbi (Bima), malimbi (Nias), balimbing(Lampung).



b.      Deskripsi
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar, mempunyai garis tengah sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar di dataran rendah sampai 500 mdpl. Pohon yang berasal dari Amerika Tropis ini menghendaki tempat tumbuh yang tidak ternaungi namun cukup lembab. Belimbing wuluh mempunyi batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti bludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21 – 45 pasang anak daun yang bertangkai pendek, bentuknya bulat telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2 – 10 cm, lebar 1 – 3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. (Arisandi. 2008)
Menurut Steenis (2006), tinggi tanaman ini yaitu antara 5 – 12 m. Tanda bekas daun bentuk tonjolan. Anak daun bentuk bulat telur memanjang, meruncing, 1,5 – 9 kali 1 – 4,5 cm, ke arah ujung proses semakin besar, bawah hijau biru. Malai bunga kebanyakan terkumpul rapat, panjangnya 1,5 – 7,5 cm. Bunga sebagian dengan benang sari pendek dan tangkai 4 mm. Mahkota di tengah bergandengan, bulat telur terbalik memanjang, dengan pangkal dan tepi pucat. 5 benang sari yang di depan daun mahkota mereduksi menjadi staminodia. Buah buni bulat memanjang, dengan 5 rusuk yang tajam, kuning muda, panjang 4 – 13 cm. ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang menjadi liar.
Perbungaan tanaman ini berupa malai, berkelompok, keluar dari batang atau percabangan yang besar. Bunga kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong persegi, panjang 4 – 6,5 cm, warnanya hijau kekuningan. Bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. (Arisandi. 2008).
Dalam tanaman belimbing wuluh terdapat kandungan bahan metabolit sekunder seperti tanin, flavonoid, alkaloid, terpenoid dan saponin yang dapat digunakan sebagai senyawa antibakteri. Penggunaan tanaman ini sebagai bahan pengawet dapat dilakukan dengan mengambil air penyarian dari bagian buahnya dan direndamkan ke dalam makanan yang akan diawetkan.

3.      Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
a.      Taksonomi
Kingdom            : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom       : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi       : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                  : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas           : Asteridae
Ordo                   : Rubiales
Famili                 : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus                 : Morinda
Spesies               : Morinda citrifolia L.
Nama lain           : Keumeudee (Aceh), cangkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali), noni (Hawaii), ungcoikan (Myanmar).




b.      Deskripsi
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Tumbuh liar di tepi pantai dan ditanam di seluruh Nusantara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian 1-1500 m dpl. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.
Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A .
Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Buah mengkudu dapat diekstrak dan digunakan sebagai pengawet karen dapat menghambat pembentukan jasad renik sehingga tidak terjadi pembusukan.

4.      Daun Suji  (Dracaena angustifolia)
a.      Taksonomi
Kingdom             : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom        : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                   : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                   : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo                    : Asparagales
Famili                  : Ruscaenaceae (Dracaenaceae)
Genus                  : Dracaena
Spesies                 : Dracaena angustifolia
Nama lain            : Daun suji, sujen atau pendusta utan



b.      Deskripsi
Suji merupakan tumbuhan perdu tahunan tersebar dari India, Birma (Myanmar), Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Suji tumbuh subur hingga ketinggian 1000 mdpl dan menyukai daerah pegunungan atau dekat aliran air (sumur, sungai kecil). Tanaman ini sudah banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk dengan potongan rimpangnya atau ditanam sebagai pagar hidup, namun belum ditanam dalam skala besar atau perkebunan.
Merupakan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6 – 8 m, sering bercabang banyak. Sistem perakaran  berakar  tunggang, putih kotor. Batang tegak, berkayu, beralur melintang, putih kotor. Daun  memita-melanset, menyempit di bawah dasar pelepah, sangat meruncing. Pembungaan malai, bercabang, panjang lebih dari 75 cm. Daun tunggal.berseling, lanset.ujung meruncing, pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 16-20 cm, lebar 3-4 cm, pertulangan sejajar, hijau tua.
Bunga kekuning-kuningan – putih. Buah membulat dengan 3 cuping, diameter 1,5-2,5 cm, jingga terang, 1-3 biji. Bunga majemuk tersusun dalam karangan dengan mahkota bunga berwarna putih kekuningan, kadang-kadang dengan semburat ungu.  Buah  bulat, diameter 1 cm, hijau. Biji  bulat, putih bening.

5.      Manggis  (Garcinia mangostana L.)
a.      Taksonomi
Kingdom             : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom        : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi         : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                   : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                   : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas            : Dilleniidae
Ordo                    : Theales
Famili                  : Clusiaceae
Genus                  : Garcinia
Spesies                 : Garcinia mangostana L.
Nama lain            : Manggu (Sunda), manggih (Minangkabau), busutang (Halmahera), sungkup (Dayak), lokopa (Mentawai)



b.      Deskripsi
Manggis adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh mencapai 7-25 m. Buahnya juga disebut manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah.
Memiliki batang kayu keras. Cabangnya teratur, berkulit coklat, dan bergetah. Daun oval memanjang, meruncing pendek. 2 daun kelopak yang terluar hijau kuning, 2 yang terdalam lebih kecil, bertepi merah, melengkung kuat, tumpul. Daun mahkota bentuk telur terbalik, berdaging tebal, hijau kuning, tepi merah atau hamper semua merah. Staminodia kerap kali dalam kelompok. Bakal buah beruang 4-8. Kepala putik berjari-jari 4-8. Buah bentuk bola tertekan, garis tengah 3,5-7 cm, ungu tua, deengan kepala putik duduk, besar dan kelopak tetap. Dinding buah tebal, berdaging, ungu, dengan getah kuning. Biji 1-3, diselimuti oleh selaput bijiyang tebal berair, putih, dapat dimakan (juga biji yang gagal tumbuh sempurna).
Tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dengan menggunakan bagian batangnya yang diolah karena mengandung flavonoid dan glikosida. Zat tersebut dapat menghambat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Jumat, 11 Agustus 2017

Khasiat Lebah untuk Obat


A.      Lebah Madu
Selain penghasil madu, lebah madu juga menghasilkan malam atau lilin lebah, propolis atau perekat lebah, susu madu atau royal jelly dan manna (honeydew). Beranggotakan 12.000 spesies. Kebanyakan serangga ini hidup soliter. Lebah madu adalah insekta sosial yang selalu hidup dalam suatu keluarga besar, yang disebut koloni lebah. Setiap sarang dihuni oleh satu koloni lebah. Keunikan koloni lebah ini adalah mempunyai polimorfisme, yaitu anggotanya memiliki keunikan anatomis, fisiologis, dan fungsi biologis yang berbeda satu golongan dari golongan atau strata yang lain. Lebah madu secara taksonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom
Animalia
Filum
Arthropoda
Kelas
Hexapoda atau Insecta
Ordo
Hymenoptera
Famili
Apidae
Genus
Apis
Spesies
A. dorsata F
A. florea F
A. indica F
A. mellifera L


1.      Apis dorsata
Hidup di hutan lebat sebagai lebah madu liar dan belum pernah berhasil diternakkan dalam stup. Sarangnya terletak di dalam hutan, alam terbuka dan terlindungi dari hujan dan sengatan sinar matahari. Indonesia menyebutnya lebah hutan atau lebah raksasa. Lebah raksasa ini merupakan lebah madu yang paling produktif dan penghasil malam lebah terbanyak. Madunya lebih encer daripada madu lebah biasa. Kalau terganggu, lebah ini akan menyerang musuhnya secara berkawan. Sifatnya liar dan galak. Satu koloni hanya terdiri dari sebuah sisir yang sangat besat ukurannya, hasil madunya bisa mencapai 20 kg.

2.      Apis florea
Lebah ini mengumpulkan madu selalu pada pagi hari. Jenis lebah ini termasuk lebah madu dari marga Apis yang paling kecil ukurannya diantara spesies lebah madu lainnya. Habitat hidupnya di daerah payau. Koloninya membuat sarang sebesar telapak tangan yang menggantung di cabang-cabang pohon. Hasil madu dan malamnya sedikit. Lebah madu ini berfungsi sebagai penyerbuk bunga-bunga kecil.

3.      Apis indica
Di Indonesia dikenal dengan nama lebah lalat. Dapat diternakkan secara sederhana dengan glodok atau secara modern dalam stup (kotak lebah). Lebah liar dari jenis ini bersarang di celah-celah batu atau gua. Ciri khas lebah madu ini adalah jinak dan gampang diternakkan dalam stup dan tidak suka gerakan kasar. Kalau tidak dalam keadaan terjepit, lebah ini tidak akan menyengat. Lebah yang menyengat akan segera mati karena sengatnya tertinggal. Lebah ini cukup produktif, sehingga banyak dipelihara masyarakat desa sekitar hutan secara tradisional dengan menggunakan glodok dari batang kelapa atau batang randu. Hasilnya adalah madu dan larva lebah yang dikonsumsi sebagai lauk pauk. Di Jawa, malam lebah digunakan untuk membatik.

4.      Apis mellifera
Lebah madu ini aslinya berasal dari benua Eropa. Cirinya adalah memiliki gelang berwarna kekuningan di belakang abdomen (rongga perut yang berisi alat pencernaan). Warna tubuh bervariasi dari cokelat gelap sampai kuning hitam. Sifatnya sabar dan selalu menjaga sarangnya agar tetap bersih. Lebah madu Eropa ini sudah lama dijinakkan dan dibudidayakan orang. Di daerah beriklim dingin, lebah ini tidak terlalu agresif dan kurang suka bermigrasi, tetapi peka terhadap penyakit. Produktivitas madunya tinggi sehingga banyak yang beternak lebah madu A. mellifera.

B.       Cara Hidup Lebah
Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok. Perilaku dari lebah sangat ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunnya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah soliter (lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok) memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing.


C.      Koloni Lebah
Koloni adalah sekumpulan atau suatu kelompok lebah, terdapat tiga "kasta" lebah, yaitu

  1. Ratu Lebah (Queen Bee)
Setiap sarang lebah hanya terdapat satu ratu lebah diantara jumlahnya mencapai 80,000 ekor  dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan vitamin dan gizi.Secara genetik, sang ratu bertanggung jawab untuk mengkontribusikan karakteristiknya pada lebah lainnya yang terdapat di sarang. Oleh karena itu, lebah yang terdapat di sarang, sudah pasti “terbentuk dari elemen dasar yang sama” dengan sang ratu lebah.
Tugas utama ratu lebah adalah bertelur selama hidupya. Perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup, yang dilakukan dengan cara terbang tinggi diangkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan sari madu (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.

  1. Lebah Jantan (Drones)
Lebah pejantan adalah satu-satunya lebah jantan yang terdapat di sarang lebah dan hanya bertugas untuk membuahi sang ratu lebah. Enam belas hari setelah ratu lebah yang baru terlahir, ia terbang ke tempat lebah jantan yang telah menunggu kedatangannya. Setelah membuahi sang ratu, lebah jantan ini kemudian mati.
Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan "royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.
Dalam film-film animasi, jika madu yang mereka produksi diambil, mereka akan marah. Kemarahan lebah bisa disebabkan karena terganggu dan terkejutnya koloni itu, bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Untuk budidaya peternakan lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil peternakan lebah ini biasanya untuk komersil bisa juga untuk kebutuhan sendiri.

  1. Lebah Pekerja
Tugas lebah pekerja (betina) yaitu mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.
Lebah pekerja terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam ovarium yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan ratu lebah bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).
Apabila kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja, terletak paling bawah sarang.
Lebah pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya. Secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
Ratu Lebah
Lebah Pekerja
Mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya
Mengonsumsi royal jelly hanya pada 3 hari pertama dalam fase larva
Hidup 40 kali lebih lama diban-dingkan lebah pekerja, kira-kira 4 hingga 6 tahun
Hanya hidup untuk beberapa minggu, rata-rata sampai dengan 50 hari
Tumbuh 40% lebih besar diban-dingkan lebah pekerja
Memiliki tubuh lebih kecil dari ratu lebah
Bertelur (ribuan) setiap hari
Tidak berproduksi/mandul
Aktif secara seksual
Tidak aktif secara seksual
Membutuhkan 16 hari untuk berkembang
Membutuhkan 21 hari untuk berkembang

  1. Lebah Perawat (Nurse Bee)
Lebah perawat adalah lebah pekerja yang khusus merawat ratu lebah dan anak-anaknya atau larva. Mereka bertanggung jawab untuk memproduksi royal jelly, serta memberi makan sang ratu dengan royal jelly, bee pollen dan madu. 

  1. Lebah Pencari (Scouts Bees)
Lebah pencari adalah lebah pekerja yang mencari sumber-sumber pollen, nektar dan propolis. Ketika mereka menemukan sumber makanan yang terbaik, mereka akan kembali ke sarang dan menginformasikannya kepada lebah pengumpul. Kemudian, lebah pengumpul pergi untuk mengumpulkan makanan tersebut.

  1. Lebah Pengumpul (Collector Bees)
Pada saat lebah mengumpulkan pollen lebah hanya mengunjungi bunga dari spesies yang sama dalam satu putaran pengumpulan, untuk memastikan bahwa nektar yang dikumpulkan berasal dari satu sumber yang sama.  Ia juga mencampurkannya dengan sedikit madu dari mulutnya dan kemudian membentuk gumpalan pollen yang akan disimpan dalam kantong yang terdapat di kaki lebah.
Lebah pengumpul menghisap nektar dari bunga-bunga dengan lidah mereka yang panjang. Nektar yang terkumpul kemudian disimpan dalam sel madu yang terbuka. Sel-sel ini akan tetap terbuka hingga nektar menguap dan terbentuk cairan madu yang kental dan matang.

D.      Siklus Hidup Lebah
Lebah menjalani metamorfosis lengkap (holometabola) sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan, yaitu

  1. Fase telur
Berlangsung selama 3 hari. Sang ratu meletakkan sebutir telur di bagian dasar tiap-tiap sel. Posisi telur berada di tengah sel de-ngan salah satu ujungnya melekat pada dasar sel. Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu.
  1. Fase Larva
Berlangsung selama 6 hari. Ketika larva menetas dari telur, selama 3 hari larva tersebut diberikan royal jelly yang diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala lebah perawat.

  1. Fase Pupa
Berlangsung selama 12 hari. Sel-sel setiap larva tersebut kemudian ditutup dengan lilin selama 12 hari. Setelah 21 hari, lebah pekerja dewasa akan menetas.
  1. Fase Dewasa


E.       Manfaat Lebah
  1. Sarang lebah
Biasa disebut dengan propolis merupakan resin yang dikumpulkan oleh para lebah dari kulit pepohonan yang nantinya akan digunakan sebagai penutup lubang-lubang pada sarang mereka. Propolis sendiri merupakan bahan-bahan yang lengket dari tumbuh-tumbuhan, mengandung protein,  vitamin A, B kompleks, C,D,E, Biotin, maupun Bioflavanoid.
  1. Anti jamur, Virus, maupun Bakteri
Kandungan bioflavonoid dalam sarang lebah dapat membantu tubuh untuk menangkal pertumbuhan mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Kandungan tersebut sangat sensitive terhadap beberapa jenis virus seperti Staphyyococcus, Streptococcus, E. Coli, virus influenza, Herpes, H.Pilori, serta Salmonella typhosa.
  1. Sebagai Sumber Antioksidan Alami
Sarang lebah dapat membantu tubuh dalam melawan serta menetralkan radikal bebas yang dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan.
  1. Dapat Meningkatkan Sistem Immun
Kandungan biovlafonoid dalam sarang lebah mampu meningkatkan aktivitas sistem imuune dalam tubuh sehingga mampu menangkal berbagai penyakit yang diakibatkan oleh bakteri, virus, maupun mikroorganisme.
  1. Sebagai Antiperadangan
Mengkonsumsi sarang lebah (propolis) dapat membantu menghambat pengeluaran hormon yang dapat menyebabkan reaksi terhadap peradangan atau yang biasa disebut sebagai prostaglandine. Sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita rheumatoid arthritis.
  1. Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Kandungan nutrisi yang terdapat dalam sarang lebah dipercaya mampu menangkal pertumbuhan bakteri helicobakter pylory yang merupakan bakteri penyebab timbulnya peradangan lapisan lambung.
  1. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Kandungan vitamin C dapat membantu proses pertumbuhan jaringan baru dalam tubuh, sehingga sangat baik jika dalam proses perawatan maupun penyembuhan luka. 
  1. Penangkal Stress
Kandungan nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, eserta dapat menekan rasa takut.
  1. Penangkal Stress
Kandungan nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, serta dapat menekan rasa takut.

  1. Lebah
  1. Sebagai Terapi Kesehatan
Manfaat lebah juga dapat memberikan efek pengobatan melalui sengatannya. Racun yang dihasilkan dari sengatan tersebut dapat diberikan sebagai terapi untuk berbagai jenis penyakit seperti rheumatoid arthritis, nyeri saraf (neuralgia), multiple sclerosis (MS), mengurangi reaksi terhadap sengatan lebah pada orang yang alergi (desensitisasi), pembengkakan pada tendon  (tendonitis),  serta kondisi otot seperti fibromyositis dan enthesitis.
Selain mengobati beberapa penyakit diatas, terapi sengatan lebah juga dapat membantu dalam pengobatan penyakit HIV AIDS. Cara kerja sengatan ini antara lain adalah dengan cara memecah cangkang virus penyebab penyakit lalu membunuh atau menghancurkan virus tersebut.

  1. Madu
  1. Anti-alergi
Menurut Dr. Matthew Brennecke, seorang  dokter naturopati di Fort Collins, Colorado menyatakan bahwa madu merupakan vaksin alami yang dapat memicu respon immune yang dapat menghasilkan antibodi untuk menangkal terjadinya alergi dalam tubuh. Selain itu, efek anti-inflamasi yang terdapat dalam madu juga memiliki kemampuan untuk menenangkan batuk serta dapat mengurangi gejala alergi musiman.
  1. Sumber Energi
Dalam setiap sendok madu terdapat sekitar 17 gram karbohidrat yang nantinya akan diproses menjadi  fruktosa serta glukosa yang langsung dapat diserap oleh darah untuk dapat memberikan dorongan energi dengan cepat.
  1. Meningkatkan Memori
Kandungan antioksidan yang terdapat dalam madu dapat membantu mencegah kerusakan sel dalam otak. Sebuah studi  yang dilakukan pada tahun 2011 menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi sesendok madu setiap hari dapat meningkatkan memori pada wanita yang memasuki masa menopause serta dapat memberikan terapi alternatif untuk penurunan intelektual yang berhubungan dengan hormon. Selain itu, manfaat madu juga dapat membantu penyerapan kalsium yang sangat diperlukan organ otak.
  1. Penekan Gangguan Batuk
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal pediatrick pada tahun 2012 menyatakan bahwa madu dapat dijadikan obat alternatif untuk mengatasi gangguan pilek dan batuk. Cairan kental serta rasa manis dalam madu dapat melindungi tenggorokan dari serangan batuk yaitu dengan memicu ujung saraf . Madu juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas.
  1. Mengatasi Gangguan Tidur
Manfaat lebah juga terdapat dalam madu memiliki sifat yang  mirip dengan gula, yaitu dapat menyebabkan kenaikan insulin dan melepaskan serotonin untuk meningkatkan suasana hati dan kebahagiaan. Madu mengandung asam amino, termasuk tryptophan yang kemudian diubah menjadi serotonin dan kemudian ke melatonin.
  1. Menghilangkan Ketombe
Menurut sebuah studi yang diterbitkan European Journal of Medical Research pada tahun 2001 menyatakan bahwa  menerapkan madu yang telah diencerkan dengan air hangat pada daerah kulit kepala, dapat membantu mengatasi rasa gatal yang terjadi akibat timbulnya ketombe serta kerontokan pada rambut. Sifat antibakteri dan antijamur yang terdapat dalam madu juga dapat mengatasi gangguan dermatitis seboroik. Sifat anti-inflamasi dalam madu dapat mengatasi kemerahan dan rasa gatal-gatal pada kulit kepala.
  1. Luka Bakar
Madu dapat digunakan sebagai pengobatan konvensional untuk luka dan luka bakar sebagai  desinfektan luka.
  1. Perawatan Kecantikan

Madu merupakan bahan dasar pembuatan kosmetik sejak bertahun-tahun lamanya. Selain teksturnya yang lembut, madu juga mengandung berbagai macam nutrisi seperti vitamin, mineral, antioksidan, serta potasium.


Pustaka
Novilla, Arina. (2011).”Aktivitas Antioksidan Ekstrak Propolis Lebah Madu Lokal Apis Mellifera”. Makalah Stikes A.Yani.
https://id.wikipedia.org/wiki/Lebah