A.
Landasan Teoretis
1.
Pengertian Hipertensi
Hipertensi
biasanya merujuk kepada tingkat tekanan darah seseorang sehingga dapat
diartikan hipertensi adalah “Gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah,
sehingga tekanan darah menjadi diatas normal.” (Noviyanti,
S.KM, 2015: 8)
Penyakit
hipertensi ini sangat berkaitan dengan organ jantung dan juga pembuluh darah,
dimana penyakit ini merupakan salah satu pemicu dari berbagai penyakit lainnya.
Seseorang
dikatakan terkena hipertensi jika ketika diukur dalam kondisi badan yang tenang
tekanan darahnya menunjukan angka jauh diatas 120 / 80 mmHg. Angka 120
menunjukan nilai sistolik yang merupakan tekanan saat jantung mengalami kontraksi.
Dan angka 80 menunjukan nilai diastolik yang merupakan tekanan saat jantung
mengalami relaksasi.
Penderita
hipertensi biasanya tidak menyadari dirinya terkena penyakit ini karena tidak
menunjukan geejala yang khas. Beberapa gejala umum yang sering dialami oleh
penderita hipertensi diantaranya pusing, wajah kemerahan, mudah mengalami
kelelahan, sakit pada area tengkuk, dan mata berkunang-kunang. Pada beberapa
penderita hipertensi berat terkadang juga mengalami penurunan tingkat kesadaran.
2.
Pengertian Cafein
“Cafein merupakan alkaloid yang bisa dikristalkan,
sedikit pahit, bersifat merangsang dan ditemukan dalam daun dan buah tumbuhan
kopi” (Carlson Wade, 2016: 94)
Senyawa cafein biasanya ditemukan dalam kopi, teh
ataupun minuman bersoda. Dimana minuman yang paling banyak mengandung cafein
adalah kopi. Pengkonsumsi cafein akan
merasakan efek ketagihan dan ingin terus mengkonsumsi cafein dalam jangka waktu
yang panjang karena salah satu sifat cafein adalah merangsang.
3.
Pengaruh Cafein Terhadap Hipertensi
Cafein yang kita konsumsi lama kelamaan akan semakin
menumpuk di dalam tubuh, sampai akhirnya karena terlalu banyak akan menimbulkan
gangguan kesehatan, salah satunya menimbulkan hipertensi. Kafein yang telah
terakumulasi akan menimbulkan gangguan pada syaraf yang kemudian berkembang
pada terganggunya ritme/irama jantung karena penyempitan pembuluh darah. Ketika
ritme jantung terganggu maka ada kemungkinan denyut jantung akan menjadi lebih
cepat (takikardia) sehingga timbulah hipertensi.
Cafein yang terkandung dalam kopi juga akan
menimbulkan rangsangan syaraf pusat berupa gangguan tidur (insomnia). Insomnia
biasanya menimbulkan kegelisahan dan pada akhirnya akan membuat tegang. Suasana
yang tegang akan mengakibatkan jantung berdetak semakin cepat (takikardia)
sehingga timbulah hipertensi. Hipertensi ini merupakan suatu penyakit yang umum
diderita. “Hampir di setiap negara, terutama negara-negara maju, hipertensi
adalah persoalan publik yang sering menjadi penyebab utama kematian.” (Yekti Susilo,
2011: 24)
B.
Pembahasan
Hipertensi
merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah berada di atas ukuran normal.
Ukuran normal tekanan darah manusia dewasa yaitu 120/80. Biasanya penderita tidak
menyadari bahwa dirinya terkena hipertensi karena penyakit ini tidak memiliki
gejala yang khas. Gejala umum yang dialami oleh penderita diantaranya pusing,
mata berkunang-kunang, nyeri pada area tengkuk sampai hilangnya kesadaran pada
penderita hipertensi berat.
Salah
satu faktor yang menimbulkan hipertensi adalah konsumsi cafein yang berlebihan.
Senyawa cafein biasanya terdapat di dalam kopi, teh dan minuman bersoda. Pengkonsumsian
cafein menimbulkan efek rangsangan berupa ketagian sehingga akan menimbulkan
keinginan untuk terus mengkonsumsi cafein. Semakin lama cafein yang terkandung
didalam tubuh akan semakin banyak sehingga akan menimbulkan efek yang buruk
terhadap kesehatan.
Cafein
yang terakumulasi di dalam tubuh kemudian akan mengganggu kinerja sistem syaraf
khususnya sistem syaraf pusat (SSP). Gangguan yang terjadi pada sistem syaraf
akan menimbulkan beberapa gangguan lainnya pada tubuh, dalam hal ini mengganggu
fungsi jantung dan pembuluh darah.
Cafein
akan mengganggu ritme/irama jantung dengan cara menyempitkan pembuluh darah
sehingga menyulitkan aliran darah ke seluruh tubuh. Ketika terjadi penyempitan
maka kerja jantung akan menjadi lebih cepat sehingga akan membutuhkan tekanan
yang lebih besar. Akibat dari tekanan jantung yang lebih besar inilah maka akan
meninmbulkan hipertensi.
Selain
itu cafein juga akan menimbulkan gangguan tidur (insomnia). Kita akan terjaga
sampai larut malam sehingga pola istirahat tubuh akan terganggu. Saat mengalami
insomnia otot tubuh dipaksakan untuk tetap bekerja ketika otot tubuh berusaha
santai, sehingga timbulah ketegangan dan gelisah. Perasaan tegang dan gelisah
akan memicu jantung untuk berdetak lebih cepat, dan meningkatkan tekanan pada
jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibat adanya peningkatan
tekanan itulah maka akhirnya terjadi hipertensi.
Pustaka
Noviyanti, S.KM.
(2015). Hipertensi : Kenali, Cegah dan Obati.
Yogyakarta: Notebook.
Susilo Y, dr. Wulandari
A. (2011). Cara Jitu Mengatasi Hipertensi.
Yogyakarta: Andi Offset.
Wade, C. (2016). Mengatasi Hipertensi. Bandung: Nuansa Cendekia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar