Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Jumat, 11 Agustus 2017

Pengaruh Cafein Terhadap Hipertensi

A.      Landasan Teoretis
1.        Pengertian Hipertensi
Hipertensi biasanya merujuk kepada tingkat tekanan darah seseorang sehingga dapat diartikan hipertensi adalah “Gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah, sehingga tekanan darah menjadi diatas normal.” (Noviyanti, S.KM, 2015: 8)
Penyakit hipertensi ini sangat berkaitan dengan organ jantung dan juga pembuluh darah, dimana penyakit ini merupakan salah satu pemicu dari berbagai penyakit lainnya.
Seseorang dikatakan terkena hipertensi jika ketika diukur dalam kondisi badan yang tenang tekanan darahnya menunjukan angka jauh diatas 120 / 80 mmHg. Angka 120 menunjukan nilai sistolik yang merupakan tekanan saat jantung mengalami kontraksi. Dan angka 80 menunjukan nilai diastolik yang merupakan tekanan saat jantung mengalami relaksasi.
Penderita hipertensi biasanya tidak menyadari dirinya terkena penyakit ini karena tidak menunjukan geejala yang khas. Beberapa gejala umum yang sering dialami oleh penderita hipertensi diantaranya pusing, wajah kemerahan, mudah mengalami kelelahan, sakit pada area tengkuk, dan mata berkunang-kunang. Pada beberapa penderita hipertensi berat terkadang juga mengalami penurunan tingkat kesadaran.

2.        Pengertian Cafein
“Cafein merupakan alkaloid yang bisa dikristalkan, sedikit pahit, bersifat merangsang dan ditemukan dalam daun dan buah tumbuhan kopi” (Carlson Wade, 2016: 94)
Senyawa cafein biasanya ditemukan dalam kopi, teh ataupun minuman bersoda. Dimana minuman yang paling banyak mengandung cafein adalah kopi. Pengkonsumsi cafein  akan merasakan efek ketagihan dan ingin terus mengkonsumsi cafein dalam jangka waktu yang panjang karena salah satu sifat cafein adalah merangsang.
3.        Pengaruh Cafein Terhadap Hipertensi
Cafein yang kita konsumsi lama kelamaan akan semakin menumpuk di dalam tubuh, sampai akhirnya karena terlalu banyak akan menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya menimbulkan hipertensi. Kafein yang telah terakumulasi akan menimbulkan gangguan pada syaraf yang kemudian berkembang pada terganggunya ritme/irama jantung karena penyempitan pembuluh darah. Ketika ritme jantung terganggu maka ada kemungkinan denyut jantung akan menjadi lebih cepat (takikardia) sehingga timbulah hipertensi.
Cafein yang terkandung dalam kopi juga akan menimbulkan rangsangan syaraf pusat berupa gangguan tidur (insomnia). Insomnia biasanya menimbulkan kegelisahan dan pada akhirnya akan membuat tegang. Suasana yang tegang akan mengakibatkan jantung berdetak semakin cepat (takikardia) sehingga timbulah hipertensi. Hipertensi ini merupakan suatu penyakit yang umum diderita. “Hampir di setiap negara, terutama negara-negara maju, hipertensi adalah persoalan publik yang sering menjadi penyebab utama kematian.” (Yekti Susilo, 2011: 24)

B.       Pembahasan
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah berada di atas ukuran normal. Ukuran normal tekanan darah manusia dewasa yaitu 120/80. Biasanya penderita tidak menyadari bahwa dirinya terkena hipertensi karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas. Gejala umum yang dialami oleh penderita diantaranya pusing, mata berkunang-kunang, nyeri pada area tengkuk sampai hilangnya kesadaran pada penderita hipertensi berat.
Salah satu faktor yang menimbulkan hipertensi adalah konsumsi cafein yang berlebihan. Senyawa cafein biasanya terdapat di dalam kopi, teh dan minuman bersoda. Pengkonsumsian cafein menimbulkan efek rangsangan berupa ketagian sehingga akan menimbulkan keinginan untuk terus mengkonsumsi cafein. Semakin lama cafein yang terkandung didalam tubuh akan semakin banyak sehingga akan menimbulkan efek yang buruk terhadap kesehatan.
Cafein yang terakumulasi di dalam tubuh kemudian akan mengganggu kinerja sistem syaraf khususnya sistem syaraf pusat (SSP). Gangguan yang terjadi pada sistem syaraf akan menimbulkan beberapa gangguan lainnya pada tubuh, dalam hal ini mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah.
Cafein akan mengganggu ritme/irama jantung dengan cara menyempitkan pembuluh darah sehingga menyulitkan aliran darah ke seluruh tubuh. Ketika terjadi penyempitan maka kerja jantung akan menjadi lebih cepat sehingga akan membutuhkan tekanan yang lebih besar. Akibat dari tekanan jantung yang lebih besar inilah maka akan meninmbulkan hipertensi.
Selain itu cafein juga akan menimbulkan gangguan tidur (insomnia). Kita akan terjaga sampai larut malam sehingga pola istirahat tubuh akan terganggu. Saat mengalami insomnia otot tubuh dipaksakan untuk tetap bekerja ketika otot tubuh berusaha santai, sehingga timbulah ketegangan dan gelisah. Perasaan tegang dan gelisah akan memicu jantung untuk berdetak lebih cepat, dan meningkatkan tekanan pada jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibat adanya peningkatan tekanan itulah maka akhirnya terjadi hipertensi.



Pustaka
Noviyanti, S.KM. (2015). Hipertensi : Kenali, Cegah dan Obati. Yogyakarta: Notebook.
Susilo Y, dr. Wulandari A. (2011). Cara Jitu Mengatasi Hipertensi. Yogyakarta: Andi Offset.
Wade, C. (2016). Mengatasi Hipertensi. Bandung: Nuansa Cendekia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar