Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Rabu, 18 September 2019

LIPID


A.    Tujuan
Mengetahui cara mengecek kolesterol



B.     Dasar Teori
Kolesterol merupakan sterol utama dalam tubuh manusia. Kolesterol merupakan komponen struktural membran sel dan lipoprotein plasma, dan juga merupakan bahan awal pembentukan asam empedu serta hormon steroid. Sterol dan derivatnya sukar larut dalam larutan berair tetapi larut dalam pelarut organik, terutama alkohol. Sehingga senyawa ini dimasukkan kedalam golongan lipid. Ketidaknormalan dalam metabolisme atau pengankutan kolesterol lewat plasma rupa-rupanya ada kaitannya dengan dengan perkembangan arterosklerosis. Selain itu batu empedu yang yang terjadi tersusun terutama dari kolesterol (Montgomery, 1993).
Kolesterol merupakan steroida penting, bukan saja karena merupakan komponen membran tetapi juga karena merupakan pelopor biosintetik umum untuk steroida lain termasuk hormon steroida dan garam empedu (Page, 1985).
Kolesterol dihubungkan dengan metabolisme lipid, dan merupakan sumber untuk sintesa hormon steroid. Kolesterol dieksresikan ke dalam empedu sebagai kolesterol yang tak berubah atau asam empedu, kolesterol dipertahankan dalam bentuk larutan didalam empedu oleh garam-garam empedu dan fospolipid. Kolesterol yang dilepaskan dari jaringan tepi diesterifikasi di dalam plasma dengan asam lemak yang berasal dari lesitin oleh lesistin kolesterol asiltransferase (LCAT) dan diangkut sebagai HDL ke hepar. Ester kolesterol ini bias diangkut ke lipoprotewin lain oleh penukaran dengan trigliserida.
Penurunan ester kolesterol plasma timbul bila terdapat kerusakan sel parenkim hepar, karena defesiensi LCAT yang berasal dari hepar. Terdapat defisiensi LCAT yang jarang, pada mana terjadi akumulasi kolesterol bebas di dalam plasma dan jaringan (Baron, D.N 1990).


Jenis-Jenis Kolestrol
Lipoprotein terbagi menjadi 5 fraksi sesuai dengan berat jenisnyayang dibedakan dengan cara ultrasentrifugasi. Kelima fraksi tersebut adalah kilomikron, very low density lioprotein (VLDL), intermediatedensity lipoprotein (IDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoproteinhigh (HDL).
a.       Kilomikron
Merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar danmengandung Apo-B48. Kandungannya sebagian besar trigliserida (80-95%) untuk dibawa ke jaringan lemak dan otot rangka. Kilomikron juga mengandung kolesterol (2-7%) untuk dibawa ke hati. Setelah 8-10 jamsejak makan terakhir, kilomikron tidak ditemukan lagi di dalam plasma.Adanya kilomokron sewaktu puasa dianggap abnormal (Dalimartha,2008). 
b.      Low Density Lipoprotein (LDL)
Ini sering disebut dengan istilah kolesterol jahat adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak kolesterol dan lemak di dalam darah. Kadar LDL yang tinggi dan pekat ini akan menyebabkan kolesterol lebih banyak melekat pada dinding-dinding pembulu darah pada saat transportasi dilakukan. Kolesterol yang melekat itu perlahan-lahan akan mudah membentuk tumpukan-tumpukan yang mengendap, seperti plak pada dinding-dinding pembulu darah. Akibatnya saluran darah terganggu dan ini bisa meningkatkan resiko penyakit pada tubuh seseorang seperti stroke, jantung koroner, dan lain sebagainya (Graha, 2010).
c.       High Density Lippoprotein (HDL)
Ini sering disebut dengan istilah kolesterol baik. Kolesterol HDL ini mengangkut kolesterol lebih sedikit dan mengandung banyak protein. HDL berfungsi membuang kelebihan kolesterol yang dibawa oleh LDL dengan membawanya kembali kehati dan kemudian diurai kembali. Dengan membawa kelebihan koletserol yang dibawa oleh LDL tadi, maka HDL membantu mencegah terjadinya pengendapan dan mengurangi terjadinya plak dipembulu darah yang dapat mengganggu peredaran darah dan membahayakan tubuh. Karena itu kolesterol HDL ini disebut kolesterol baik (Graha, 2010)
d.      Very Low Density Lioprotein (VLDL)
Dibentuk dari asam lemak bebas di hati dengan kandungan Apo-B100. VLDL mengandung 55-80% trigliserida dan 5-15% kolesterol(Dalimartha, 2008).
e.       Intermediate Density Lipoprotein (IDL)
Juga mengandung trigliserida (20-50%) dan kolesterol (20-40%).IDL merupakan zat antara yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme menjadi LDL. IDL disebut juga VLDL sisa (Dalimartha, 2008).



C.    Alat dan Bahan
·         Pipet piston
·         Tabung reaksi
·         Sentrifudge
·         Spektrofotometer
·         Serum
·         Reagensia  



D.    Prosedur Kerja
a.       Ambil sampel darah
b.      Sentrifugasi
c.       Ambil plasma darah
d.      Masukan 10 µl sampel dan 1000 µl reagensia
e.       Baca dengan spektrofotometer



E.     Pembahasan
Dalam praktikum kali ini dilakukan pengujian lemak berupa pengukuran kada kolesterol pada sampel darah sukarelawan. Kolesterol merupakan steroid alkohol tidak jenuh yang termasuk golongan lipid, yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Pengambilan sampel darah diambil melalui pembuluh darah vena pada siku sukarelawan, pengambilan pada daerah tersebut dirasa lebih mudah karena pembuluh darah terletak dekat dengan permukaan kulit, ukurannya cukup besar dan tidak ada syaraf yang besar di sekitar area pengambilan darah.
Kemudian sampel yang didapat dimasukan ke dalam tabung reaksi dan dilakukan sentrifudge agar plasma darah untuk sampel terpisah dari serum darahnya. Plasma darah merupakan darah yang telah dipisahkan dari sel-sel darah merah dan zat-zat koagulan serta biasanya berwarna kuning pucat. Pemisahan ini dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenis zat. Bagian yang digunakan untuk pengujian adalah plasma darah karena berwarna lebih bening sehingga mudah untuk ditiembus cahaya pada spektrofotometer, selain itu juga pada plasma darah akan terjadi interferen dari protein-protein darah. Sedangkan larutan reagen merupakan campuran dari beberapa enzim yang dapat mengubah kolesterol menjadi suatu senyawa berwarna sehingga dapat dideteksi oleh spektrofotometri UV-Vis.
Pada proses pengambilan reagen, dan sampel dilakukan dengan menggunakan mikropipet (pipet piston). Hal ini disebabkan jumlah larutan yang diambil sangat sedikit (10 μL). Thumb knob ditekan sampai hambatan pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi karena cairan yang terambil akan lebih besar daripada jumlah yang sebenarnya. Setelah itu,  tip dimasukkan ke dalam cairan sedalam 3-4 mm karena jika kurang dari nilai tersebut dikhawatirkan cairan tidak terambil sempurna (ada gelembung udara yang terambil), sedangkan jika lebih dari nilai tersebut dikhawatirkan terdapat kontaminan dari tip pipet. Selanjutnya pipet ditahan dalam posisi vertikal kemudian tekanan dari thumb knob dilepaskan sehingga cairan masuk ke tip. Ujung tip dipindahkan ke dalam kuvet. Untuk mengeluarkan cairannya, thumb knob ditekan sampai hambatan kedua / second stop atau ditekan semaksimal mungkin sehingga semua cairan keluar dari ujung tip. Pipet piston digunakan dalam percobaan ini karena memiliki ketelitian, sensitivitas, dan spesifisitas yang tinggi bila dibandingkan dengan pipet gelas.
Setelah itu kuvet  diinkubasikan pada suhu ruang yaitu 27 oC selama 10 menit. Proses inkubasi ini bertujuan memberikan waktu untuk terjadinya reaksi antara kedua larutan dalam campuran tersebut. Saat proses inkubasi, terjadi reaksi antara reagen dengan kolesterol yang terdapat pada larutan sampel. Setelah diinkubasi, kedua larutan yang tadinya berwarna bening berubah menjadi warna merah rosa.  Warna merah tersebut menandakan telah terjadinya reaksi antara enzim dengan kolesterol. Warna merah tersebut berasal dari senyawa quinoneimine, yang merupakan hasil reaksi antara reagen dan kolesterol. Reaksi yang terjadi yaitu  sebagai berikut
Perubahan warna (menjadi berwarna merah) diperlukan agar campuran larutan dapat diukur absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, khususnya dengan sinar visibel. Quinoeimine akan terukur absorbansinya pada panjang gelombang 546 nm dan nilai absorbansi tersebut sebanding dengan kadar kolesterol dalam darah.
Hasil yang didapatkan dari spektrofotometer yaitu kadar kolesterol sukarelawan sebesar 357mg/dl. Kadar tersebut berada jauh diatas kadar normal kolesterol yaitu 140 – 250 mg/dl. Keadaan seseorang yang kadar kolesterolnya tinggi disebut dengan hiperlipidemia. Pada hyperlipidemia kadar lemak (kolesterol, trigliserida, atau keduanya) dalam darah meningkat sebagai manivestasi kelainan metabolisme atau transportasi lemak/lipid. Lipid atau lemak adalah zat yang kaya akan energi, yang berfungsi sebagai sumber utama dalam proses metabolisme.
Hasil pengukuran yang tinggi tersebut belum tentu akurat karena pengujian hanya dilakukan satu kalli dan tanpa adanya pembanding yang digunakan untuk blanko dalam pengujian. Hasil tersebut dapat menjadi lebih tinggi bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengukuran sampel yang kurang teliti, keterbatasan pada alat, proses kalibrasi yang kurang tepat ataupun faktor lain yang dapat berasal dari sukarelawan. Sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui keakuratan hasil yang lebih baik.

F.     Kesimpulan
a.       Kolesterol merupakan steroid alkohol tidak jenuh yang termasuk golongan lipid, yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Pengambilan sampel darah diambil melalui pembuluh darah vena pada siku sukarelawan dan diuji dengan spektrofotometer
b.      Hasil pengujian didapatkan kadar kolesterol 357mg/dl dimana dapat dikatakan bahwa sukarelawan mengalami hyperlipidemia.

G.    Daftar pustaka

Kee, J. L. 1997. Pemeriksaan Laboratorium and Doagnostik. Penerbit EGC. Jakarta.
Kimball, John W. 1983. Biologi, Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga
Lehninger, Albert L. 1994. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Nogrady, Thomas. 1992. Kimia Medisinal Terbitan Kedua. Bandung: Penerbit ITB
Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI. E. 2008. Kumpulan Kuliah Farmakologi. Edisi 2. Penerbit EGC. Jakarta.
Villee, Claude A. 1999. Zoologi Umum Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar