- Kanker Lambung
Kanker lambung adalah sejenis kanker saluran cerna dengan insiden
paling tinggi. Menurut data 20% dari semua jenis kanker terjadi di saluran
lambung-usus. 10% dari kanker lambung berupa limfoma, yakni terdiri dari
jaringan-jaringan limfoid yang mirip dengan jaringan kelenjar limfe yang tidak
terdapat pada lambung sehat.
Akhir tahun 1997 telah dibuktikan bahwa kuman Helicobacter pylori juga
memegang peranan pada semua kanker ini.
Banyak pengidap kanker lambung semula menderita tukak lambung. Kuman
Helicobacter pylori masuk melalui penyakit gastritis kronis dan atrofia sel
yang diduga berangsur-angsur menyebabkan berkembangnya tumor ganas. Pembedahan
dan radiasi kini tidak diperlukan lagi karena kuman masih bisa dibasmi
menggunakan antibiotik. Faktor resiko kanker lambung meningkat jika penderita
merokok, pecandu alkohol dan memakan makanan yang mengandung banyak garam dan
nitrat.
- Radang Kerongkongan (Oesophagitis)
Kerongkongan tahan terhadap ludah, tetapi peka terhadap getah lambung
dan getah duodenum. Bila otot penutup di permukaan lambung tidak menutup dengan
sempurna dan peristaltik tidak bekerja dengan baik, dapat terjadi aliran balik
dari isi lambung ke kerongkongan. Bila kejadian ini berlangsung sering atau
jangka waktu lama, mukosanya dapat dirusak oleh asam lambung (pepsin). Luka
yang timbul berubah menjadi peradangan dan akhirnya dapat berkembang menjadi
tukak.
Gejalanya berupa rasa terbakar dan perih di belakang tulang dada, yang
disebabkan karena luka-luka mukosa bersentuhan dengan makanan atau minuman yang
merangsang. Seperti alkohol, minuman bersoda dan sari buah. Timbul pula rasa
asam atau pahit di mulut akibat mengalirnya kembali isi lambung. Sebagai reaksi
terhadap rangsangan asam itu pada mukosa kerongkongan secara otomatis akan
timbul sekresi ludah. Sifat alkalis dari ludah selanjutnya akan menetralkan
keasaman getah lambung. Akan tetapi bila kejadiannya terlalu banyak maka
mekanisme perlindungan tersebut tidak akan mencukupi.
Tindakan umum yang bisa dilakukan adalah dengan menaikan bagian kepala
dari tempat tidur dengan ketinggian 10-15cm, juga jangan menggunakan pakaian
ketat ataupun membungkukan badan kearah depan.
- Tukak Usus
Duodenum tahan terhadap garam empedu, lisolesitin dan tripsin, tetapi
peka terhadap asam. Akibat hiperaktivitas lambung, gangguan dalam motilitas,
isi lambung yang asam dapat diteruskan ke usus terlampau cepat dan dalam jumlah
berlebihan. Bila mukosa duodenum untuk jangka waktu lama bersentuhan dengan
asam tersebut, timbulah radang usus halus dan kemudian tukak duodenum. Fungsi
bikarbonat dari getah pankreas adalah untuk menetralkan asam tersebut. Oleh
karena itu pada tukak usus, asam lambung memegang peranan utama. Hal ini
berlainan dengan tukak lambung, dimana derajat asam adalah normal atau bahkan
lebih rendah daripada orang-orang sehat.
- Tukak Lambung
Selain infeksi dari kuman Helycobacter pylori dengan peradangan dan
kerusakan sel sebagai penyebab utama, berikut ini beberapa faktor yang
mempengaruhi tukak lambung :
a.
Terdapatnya gastritis kronis.
b. Gangguan motilitas lambung, khususnya
terhambatnya peristaltik dan pengosongan lambung.
c. Stress, ketegangan psikis dan emosional dengan
produksi kortisol berlebihan dan merokok.
- Radang Lambung (Gastritis)
Bila mukosa lambung sering kali atau dalam waktu cukup lama bersentuhan
dengan aliran balik getah duodenum yang bersifat alkalis, peradangan sangat
mungkin terjadi dan akhirnya malah berubah menjadi tukak lambung. Hal ini
disebabkan karena mekanisme kerja penutupan polyrus tidak bekerja dengan
sempurna. Mukosa lambung dikikis oleh garam-garam empedu. Akibatnya timbul
luka-luka mikro, sehingga getah lambung dapat meresap ke jaringan-jaringan
dalam dan menyebabkan beberapa keluhan.
Penyebab lain adalah hipersekresi asam sehingga dinding lambung
dirangsang secara kontinu dan akhirnya dapat terjadi gastritis dan tukak.
Sekresi berlebihan bisa merupakan efek samping dari suatu tukak usus yang agak
jarang disebabkan oleh suatu timor di pankreas.
Penyebab lain adalah hipersekresi
asam sehingga dinding lambung dirangsang secara kontinu dan akhirnya dapat
terjadi gastritis dan tukak. Sekresi berlebihan bisa merupakan efek samping
dari suatu tukak usus yang agak jarang disebabkan oleh suatu tumor di pankreas
dengan pembentukan gastrin yang menstimulasi produksi asam.
Akhirnya gastritis dapat pula disebabkan oleh turunnya daya tangkis
mukosa yang dalam keadaan sehat sagat tahan rerhadap sifat agresif pepsin-HCl.
Gejala-gejala umumnya tidak ada atau kurang nyata, kadang kala dapat
berupa gangguan pada pencernaan, nyeri lambung dan mntah-muntah akibat erosi
kecil di selaput lendir. Adakalanya terjadi pendarahan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar