BAB I
PENDAULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia termasuk sebagai negara tropis
yang banyak ditumbuhi berbagai macam tumbuhan yang telah digunakan sebagai
bahan obat-obatan. Ramuan tanaman obat yang kemudian dikenal
dengan sebutan obat herbal itu telah terbukti khasiatnya dalam mengobati
berbagai penyakit. Meluasnya kecenderungan atau trend hidup kembali kealam (back
to nature) semakin menambah keingintahuan masyarakat tentang khasiat
tanaman obat. Salah satu tanaman yang banyak digunakan yaitu tanaman jambu biji
yang dalam hal ini digunakan bagian daunnya.
Jambu biji (Psidium Guajava Linn)
telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat untuk mengobati penyakit seperti
diare, disentri, demam berdarah, peradangan stomatitis, jantung dan diabetes. Daunnya
terkenal untuk mengatasi diare dan disentri (Pramono. 2002).
Tanaman jambu biji merupakan tanaman dari
familia Myrtaceae. Hal yang dapat mempengaruhi kandungan senyawa dalam tanaman
adalah tempat tumbuh tanaman yang dipengaruhi oleh jenis tanah, curah hujan,
iklim, intensitas sinar matahari, ketinggian dan lingkungan disekitar tempat
tumbuhnya serta umur tanaman (Indriani. 2006).
Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang dapat
menyebabkan diare. Selain itu bakteri ini juga dapat menginfeksi saluran kemih
dan kantung empedu. Infeksi bakteri E.coli terjadi akibat air atau
makanan yang terkontaminasi. Untuk mengatasi hal tersebut salah satunya dapat
digunakan tanaman daun jambu biji yang digunakan sebagai antibakteri (
Paramitha, et al. 2010).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
John, salah satu bahan aktif yang terkandung dalam daun jambu biji yang
memiliki peranan paling efektif sebagai antidiare adalah flavonoid quercetin,
alkaloid, tanin dan minyak atsiri, sehingga perlu dilakukan identifikasi untuk mengetahui
profil standar senyawa tersebut (John. 2008).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas penyusun
merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apakah tanaman jambu biji mengandung senyawa flavonoid, minyak atsiri,
tanin dan alkaloid ?
2. Bagaimana efektvitas senyawa flavonoid sebagai antibakteri terhadap Escherichia
coli ?
C. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, proposal
penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1. Kandungan senyawa flavonoid, minyak atsiri, tanin dan alkaloid dalam
tanaman jambu biji.
2. Mengetahui efektivitas flavonoid, minyak atsiri, tanin dan alkaloid
sebagai antibakteri pada Escherichia coli.
D. Manfaat Penelitian
Proposal penelitian ini disusun dengan harapan
memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.
Secara teoritis proposal penelitian ini diharapkan
dapat bermanfaat sebagai pengembangan konsep pengujian kandungan flavonoid,
minyak atsiri, tanin dan alkaloid dalam tanaman daun jambu biji dan
efektivitasnya terhadap bakteri Escherichia coli.
Secara praktis proposal penelitian ini diharapkan
dapat bermanfaat dalam membantu perkembangan pengobatan tradisional terutama
untuk penyakit yang disebabkan oleh Escherichia coli dan proses
penyembuhannya membutuhkan aktivitas dari senyawa flavonoid, minyak atsiri dan
alkaloid dari tumbuhan jambu biji.
E. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium pada bulan April 2019.
F. Hipotesis
Ekstrak daun jambu biji memiliki kandungan kimia
berupa minyak atsiri, flavonoid, tanin dan alkaloid yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar