Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Rabu, 18 September 2019

FUNGSI HATI (SGPT)


A.    Tujuan
Menentukan nilai kadar SGPT

B.     Dasar Teori
Hati adalah organ penting yang memiliki fungsi mengatur kekonstanan milie interior tubuh manusia. Hati juga merupakan kelenjar tubuh yang paling besar. Hati mempunyai fungsi yang sangat penting dan kompleks. Hati penting untuk mempertahankan tubuh dan berperan pada hampir setiap metabolisme tubuh. Kerusakan total pembuangan hati dapat mengakibatkan kematian dalam waktu 10 jam. Hati mempunyai regenerasi yang mengagumkan. Sebagian pembuangan hati, pada kebanyakan kasus sel hati yang mati/sakit dapat diganti dengan jaringan hati yang baru (Wijayakusuma, 2008).

Hati sebagai organ penting pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama seperti :
1.      Pembentukan dan ekskresi empedu yaitu metabolisme garam dan metabolisme pigmen empedu. Garam empedu penting untuk pencernaan dan absorbsi lemak di usus. Bilirubin, pigmen empedu utama, merupakan hasil akhir metabolisme dari penghancuran sel darah merah yang sudah tua. Bilirubin dikonjugasi dalam hati dan diekskresi dalam empedu.
2.      Metabolisme karbohidrat (glikogenesis, glikogenolisis, glukoneogenesis). Hati memegang peranan penting dalam mempertahankan kadar glukosa darah normal dan penyediaan energi untuk tubuh. Karbohidrat disimpan dalam hati sebagai glikogen.
3.      Metabolisme protein meliputi sintesis protein, pembentukan urea, dan penyimpanan protein berupa asam amino.
4.      Metabolisme lemak, hati memegang peranan utama pada sintesis kolesterol, sebagian diekskresikan dalam empedu sebagai kolesterol atau asam folat.
5.      Metabolisme steroid, hati menginfaktifkan dan mengekskresi aldosteron, glukokortikoid, estrogen, progesteron dan testosteron. 
6.      Detoksifikasi, hati bertanggung jawab atas biotransformasi zat-zat yang berbahaya menjadi zat-zat yang tidak berbahaya yang kemudian diekskresi oleh ginjal (misal obat-obatan).
7.      Ruang pengapung dan bekerja sebagai filter, sinosuid hati merupakan depot darah yang dapat mengaliri kembali darah dari vena kava (pada jantung kanan), fagositosis sel kupffer membuang bakteri dan debris dari darah (Budiwarsono, 2009).

SGPT adalah enzim transaminase yang dihasilkan terutama oleh sel-sel hati. Bila sel-sel hati rusak, misalnya pada hepatitis atau sirosis, kadar enzim ini meningkat. Karena itu, SGPT ini bisa memberi gambaran adanya gangguan hati. SGPT (alanin tranaminase) juga merupakan enzim sitosol yang juga ada dalam hati walaupun jumlah absolut kurang dari SGOT. Namun bagian lebih besar berada di dalam hati dibanding dengan otot rangka dan jantung, sehingga peningkatan serum ini lebih spesifik untuk kerusakan hati daripada SGOT (Winarno, 1974). 
Transaminase merupakan enzim yang bekerja sebagai katalisator dalam proses pemindahan gugus alpha amino alanin untuk menjadi asam glutamat dan asam piruvat. Enzim ini didapat pada sel hati dalam kadar yang jauh lebih tinggi daripada dalam sel-sel jantung dan otot, untuk keperluan dalam klinik test SGPT lebih peka bagi pemeriksaan dengan dugaan kerusakan hati akut. Pemeriksaan SGPT mempunyai nilai diagnostik yang baik dalam menentukan kemungkinan dari kerusakan sel hati. SGPT serum umunya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri semi otomatis atau otomatis.

C.    Alat dan Bahan
·         Pipet piston
·         Tabung reaksi
·         Sentrifudge
·         Spektrofotometer
·         Serum
·         Reagensia  

D.    Prosedur Kerja
a.       Ambil sampel darah
b.      Sentrifugasi 15 menit 
c.       Ambil plasma darah
d.      Masukan 2000 µl sampel dan 200 µl reagen 1
e.       Inkubasi 5 menit pada suhu 37oC
f.       Tambahkan 500 µl reagen 2
g.      Baca dengan spektrofotometer

E.     Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan pengujian fungsi hati (SGPT). Pengujian fungsi hati merupakan salah satu hal yang penting karena Hati merupakan organ pusat metabolism. Hal ini didukung oleh letak anatomisnya. Hati menerima pendarahan dari sirkulasi sistemik melalui arteri hepatica dan menampung aliran darah dari system porta yang mengandung zat makanan yang diabsorpsi di usus. Karena itu fungsi organ hati penting diketahui dala menilai kesehatan seseorang. SGPT adalah singkatan dari Serum Glutamic Piruvic Transaminase, enzim ini banyak terdapat di hati. Dalam uji SGOT dan SGPT, hati dapat dikatakan rusak bila jumlah enzim tersebut dalam plasma lebih besar dari kadar normalnya. SGPT lebih akurat untuk uji fungsi hati karena SGPT murni dibentuk dihati, sedangkan SGOT selain dihati ia juga dibentuk di jantung.
Pengambilan sampel darah diambil melalui pembuluh darah vena pada siku sukarelawan, pengambilan pada daerah tersebut dirasa lebih mudah karena pembuluh darah terletak dekat dengan permukaan kulit, ukurannya cukup besar dan tidak ada syaraf yang besar di sekitar area pengambilan darah.
Kemudian sampel yang didapat dimasukan ke dalam tabung reaksi dan dilakukan sentrifudge agar plasma darah untuk sampel terpisah dari serum darahnya. Plasma darah merupakan darah yang telah dipisahkan dari sel-sel darah merah dan zat-zat koagulan serta biasanya berwarna kuning pucat. Pemisahan ini dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenis zat. Bagian yang digunakan untuk pengujian adalah plasma darah karena berwarna lebih bening sehingga mudah untuk ditiembus cahaya pada spektrofotometer, selain itu juga pada plasma darah akan terjadi interferen dari protein-protein darah.
Pada proses pengambilan reagen, dan sampel dilakukan dengan menggunakan mikropipet (pipet piston). Hal ini disebabkan jumlah larutan yang diambil sangat sedikit (10 μL). Thumb knob ditekan sampai hambatan pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi karena cairan yang terambil akan lebih besar daripada jumlah yang sebenarnya. Setelah itu,  tip dimasukkan ke dalam cairan sedalam 3-4 mm karena jika kurang dari nilai tersebut dikhawatirkan cairan tidak terambil sempurna (ada gelembung udara yang terambil), sedangkan jika lebih dari nilai tersebut dikhawatirkan terdapat kontaminan dari tip pipet. Selanjutnya pipet ditahan dalam posisi vertikal kemudian tekanan dari thumb knob dilepaskan sehingga cairan masuk ke tip. Ujung tip dipindahkan ke dalam kuvet. Untuk mengeluarkan cairannya, thumb knob ditekan sampai hambatan kedua / second stop atau ditekan semaksimal mungkin sehingga semua cairan keluar dari ujung tip. Pipet piston digunakan dalam percobaan ini karena memiliki ketelitian, sensitivitas, dan spesifisitas yang tinggi bila dibandingkan dengan pipet gelas.
Dalam reagen sgpt terdapat l-alanin yang berfungsi sebagai asam amino yang akan diubah menjadi glutamat dengan dikatalis oleh enzim glutamate pyruvate transaminase (GPT). Selain itu terdapat LDH (laktat dihidrogenase) yang mengkatalisis perubahan produk l-alanin. Kemudian terdapat juga 2-oxoglutarat yang bereaksi dengan  l-alanin membentuk l-glutamat dan piruvat yang dikatalisis enzim gpt. Enzim gpt akan mengkatalisis pemindahan gugus amino pada l-alanin ke gugus keto dari alfa-ketoglutarat membentuk glutamate dan piruvat, kemudian piruvat direduksi menjadi laktat. Prinsip kerja kadar enzim SGPT dapat diketahui melalui analisis spektrofotometri yaitu interaksi antara sampel dengan energi cahaya pada panjang gelombang 340 nm.  Interaksi ini akan mengakibatkan serapan atau absorbansi sampel yang diketahui untuk melihat kadar enzim SGPT.  Laju oksidasi NADH menjadi NAD+  pada reaksi SGPT dapat dilihat pada analisisnya berdasarkan penurunan absorbansi, semakin banyak  NAD+ yang terbentuk, maka semakin menurun absorbansinya sehingga mengakibatkan makin tinggi SGPT. Dari reaksi enzim SGPT tersebut dapat diketahui bahwa proses reaksi yang berlangsung menggunakan reaksi oksidasi dengan mengubah NADH menjadi NAD+. Faktor yang menyebabkan banyaknya produk adalah kecepatan reaksi, dimana kecepatan reaksi dipengaruhi oleh enzim. 
GPT (Glutamat Piruvat Transaminase) mengkatalisir perubahan L-alanin menjadi laktat karena pengaruh LDH dan NADH2 dan bersamaan dengan itu pula terjadi NAD. Berdasarkan pengujian pada darah sukarelawan didapatkan kadar sgpt 33mikro/l. hal tersebut menunjukan bahwa kadara sgpt sukarelawan berada pada kondisi normal dan baik karena nilai pengujian berada pada rentag hasil 7-56.

F.     Kesimpulan
1.      Pengujian fungsi hati penting dilakukan karena hati merupakan organ pusat metabolisme. Salah satu indicator pengujian fungsi hati yaitu uji sgpt.
2.      Berdasarkan pengujian didapatkan hasil kadar sgpt sukarelawan yaitu 33 mikro/l yang dapat dikatakan fungsi hati sukarelawan berada dalam kondisi baik

G.    Daftar pustaka
Budiwarsono. 2009. Penyakit Hati hal 14. Surabaya : PIT Pro Prodia Panel. 
Kusumobroto O Hernomo. 2007.  Sirosis Hati, dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Hati Edisi I hal 335-45. Jakarta : Jayabadi. 
Sacher, R.A, McPherson, R.A. 2004. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium Cetakan 1. Jakarta : EGC

1 komentar:

  1. Titanium Explorer™ (for iPad) - iTanium-arts.com
    The only Titanium Explorer™ compatible device. titanium jewelry piercing Get exclusive access to our latest 3D models. Earn nano titanium babyliss pro newbie points black oxide vs titanium drill bits on every purchase. titanium block Rating: 5 · titanium wire ‎1 review

    BalasHapus