A. Pengertian
Pertambangan
adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan
(penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian.
Minyak
bumi (bahasa inggris : petroleum berasal dari bahasa latin petrus-karang dan
oleum-minyak) adalah cairan kental, berwarna cokelat gelap, atau kehijauan yang
mudah terbakar yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi.
Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon. Minyak
bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi
sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi,
analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi
lainnya. Setelah itu minyak bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan
dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan
berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin, minyak tanah dan batu bara.
Minyak bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang
dibutuhkan manusia.
B. Proses
Pembentukan Minyak Bumi
Banyak ahli ilmuwan
yang mengatakan bahwa minyak bumi berasal dari pelapukan sisa kehidupan pada
zaman purba yang terendapkan dan terakumulasi bersama air laut dan masuk ke dalam batuan sedimen, berupa batu
pasir, batu lempung, yang terdapat di dalam lapisan kerak bumi selama
berjuta-juta tahun dengan mengalami proses fisika dan kimia. Secara umum dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. Saat
zaman purba, di darat dan di laut hidup beraneka ragam binatang dan
tumbuh-tumbuhan. Lalu punah dan tertimbun di bawah endapan lumpur, dan terbawa
arus sungai menuju lautan bersama bahan organik lainnya dari daratan.
2. Dengan
terkumpulnya pasir dn lumpur tersebut ke dasar laut selama berjuta-juta tahun,
akibatnya terbentuklah suatu lapisan batuan yang bebrcampur dengan fosil-fosil
binatang dan tumbuh-tumbuhan.
3. Akibat peristiwa alam
ini, lapisan dan permukaan bumi mengalami perubahan, sehingga fosil hewan dan
tumbuhan terendapkan di perut bumi dengan suhu dan tekanan tinggi. Akibat
pengaruh waktu, temperatur tinggi, dan tekanan beban lapisan batuan diatasnya
menyebabkan binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati tadi mengalami proses
penguraian berupa perubahan kimia, berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung
minyak yang berbentuk cairan kental dan gas. Akibat pengaruh yang sama, maka
endapan lumpur berubah menjadi batuan
sedimen. Batuan lunak yang berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik
minyak dikenal sebagai batuan induk atau source rock.
4. Karena
ringan, minyak bumi akan terdorong dan terapung, lalu bermigrasi ke tekanan
yang lebih rendah untuk berhenti dan terangkap dalam batuan sedimen yang kedap
atau kadang-kadang merembes ke luar permukaan bumi. Batuan sedimen tersusun
atas fragmen-fragmen atau butiran
mineral dari yang halus sampai yang kasar, dengan antar fragmen terjadi
suatu pengikatan dengan ukuran yang berbeda tiap fragmen, berfungsi sebagai
sedimen, sehingga diantaranya terdapat pori-pori. Pada kondisi tertentu,
pori-pori ini dapat mengandung cairan minyak, gas atau air.
Mengenai
berapa lama proses pembentukan minyak bumi masih terdapat berbagai macam
pendapat. Ada yang mengatakan ribuan tahun, ada yang mengatakan jutaan tahun,
bahkan ada yang berpendapat lebih dari itu. Tetapi diduga kuat, minyak bumi
terbentuk paling sedikit dua juta tahun
yang lalu.
Saat
ini terdapat sebuah bukti ilmiah yang bertentangan dengan keterbatasan suplai
minyak bumi. Energia (lembaga pertambangan Asia - Afrika) menunjukan bahwa
minyak adalah zat abiotik, dan bukanlah produk yang berasal dari materi biologi
yang mengalami pembusukan berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi bukan
sumber daya non-terbarukan, seperti batubara dan gas alam, yang bisa terisi
kembali dari sumber dalam perut bumi.
Rusia berhasil membuktikan bahwa minyak bumi bukan
dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan magma, yang
berada lebih di kedalaman 30.000 kaki dan tidak ditemukan lapisan orgnik. Rusia
yang mempelopori penelitian ini kemudian melakukan serangkaian proyek
penggalian minyak bumi dengan kedalaman yang lebih jauh dari 30.000 kaki. Bukan
tidak mungkin di perut bumi Indonesia juga terdapat suatu cadangan minyak yang
bukan hanya berasal dari fosil-fosil makhluk hidup, namun berasal dari lapisan
magma.
C. Macam-Macam
Minyak Bumi
Komposisi kimia dari minyak bumi
dipisahkan dengan cara destilasi yang didasari oleh perbedaan titik didih,
kemudian setelah diolah lagi lebih lanjut akan diperoleh minyak tanah, bensin, lilin
dan lain-lalin. Meskipun demikian pemisahan tidak dapat memberikan senyawa
tunggal, melainkan kumpulan senyawa dengan isomernya.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon (senyawa
hidrogen dan karbon). Senyawaan dari
minyak bumi ini semuanya dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Titik pendidihan
dalam tekanan atmosfer dari fraksi distilasi minyak bumi adalah :
1.
Minyak eter : 40 – 70o
celcius digunakan sebagai pelarut
2.
Minyak ringa : 60 – 100o
celcius digunakan untuk bahan bakar mobil
3.
Minyak berat : 100 –
150o celcius digunakan untuk bahan bakar mobil
4.
Minyak tanah ringan :
120 – 150o celcius digunakan untuk pelarut dan bahan bakar rumah
tangga
5.
Kerosene : 150 – 300o
celcius digunakan untuk bahan bakar mesin jet
6.
Minyak gas : 250 – 350o
celcius digunakan untuk minyak diesel/pemanas
7.
Minyak pelumas :
>300o celcius digunakan untuk minyak mesin
8.
Sisa dari penyulingan
ini berupa aspal.
D.
Unsur Pembentuk Minyak Bumi
Minyak bumi dan gas alam adalah campuran
kompleks hidrokarbon dan senyawa-senyawa organik lain. Komponen hidrokarbon
adalah komponen yang paling paling banyak terkandung di dalam minyak bumi dan
gas alam. Gas alam terdiri dari alkana dan gas lain seperti karbondioksida dan
hidrogen sulfida, beberapa sumur gas juga
mengandung helium.
Sedangkan hidrokarbon yang terkandung
dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan siklokana, senyawa lain yang
terkandung dalam minyak bumi diantaranya
adalah sulfur, oksigen, nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung
konstituen logam terutama nikel, besi dan tembaga. Komposisi minyak bumi sangat
bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari daerah ke daerah lainnya.
Perbandingan unsur-unsur yang terdapat
dalam minyak bumi sangat bervariasi. Berdasarkan hasil analisa diperoleh data
sebagai berikut :
1.
Karbon : 83 – 87%
2.
Hidrogen : 10 – 14%
3.
Nitrogen : 0,1 – 2%
4.
Oksigen : 0,05 – 1,5%’
5.
Sulfur
: 0,05 – 6%
Sulfur
: 0,05 – 6%
Gambar
Hasil Penyulingan Minyak Bumi
Zat-zat
pengotor yang terdapat dalam minyak bumi antara lain :
1.
Sulfur
Crude
oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan sulfur yang lebih tinggi
pula. Keberadaan sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat,
misalnya dalam gasoline dapat menimbulkan korosi (khususnya dalam keadaan
dingin atau berair), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida
sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.
2.
Oksigen
Kandungan
total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2% dan menaik dengan naiknya
titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama
berhubungan dalam udara. Oksigen dalam minyak bumi berada sebagai asam
koksilat, keton, eter, ester, anhidrida dan senyawa monosiklo dan disiklo dan
bheno;. Sebagai asam karboksilat berupa asam naphthenat (asam alisiklik) dan
asam alifatik.
3.
Nitrogoen
Umumnya
kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1 – 0,9%. Kandungan
tertinggi terdapat pada tipe asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun
terhadap katalis dan dapat membentuk gum/getah pada fuel oil. Kandungan
nitrogoen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen kelas
dasar yang mempunyai berat molekul yang
relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan yang
mempunyai berat molekul yang tinggi dapat diekstrak dengan mineral encer.
4.
Metalik
Logam-logam
seperti besi, tembaga terutama nikel dan vanadium pada proses catalityc
cracking memperngaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan prpoduk
gasoline, menghasilkan banyak pembentukan gas dan pembentukan coke. Pada power
generator temperatur tinggi, misalnya oli-fired gas turbin,adanya konstituen
logam teruutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang
dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium
dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api), menyebabkan turunnya
titik lebur campuramn sehingga merusakkan refactory itu.
E. Cara
Mengetahui Kandungan Minyak Bumi
Proses pencarian minyak dari perut bumi
dilakukan oleh ahli geologi/tambang. Cara modern yang digunakan dalam mencari
minyak bumi dengan menggunakan pencarian satelit dan analisa yang menyatakan
bahwa di lokasi tersebut ada minyak, maka tugas selanjutnya biasanya diserahkan
kepada ahli geofisika. Para ahli geofisika mempelajari sifat-sifat fisik dari
lapisan tanah. Berbagai metode digunakan dalam tahapan ini untuk mendukung
hasil yang telah ditetapkan oleh ahli geologi/tambang sebelumnya.
Gambar
di samping merupakan penentuan kandungan suatu minyak bumi dengan menggunakan
sinyal/gelombang radio dari satu kapal ke dasar lautan. Biasanya penambangan
minyak bumi tersebut dilakukan dalam air (offshore).
Peralatan yang digunakan untuk pencarian minyak bumi ini seperti gravemetry untuk mengukur adanya aliran
minyak karena adanya sedikit perbedaan gravitasi bumi. Magnetometry (untuk mengukur perubahan medan magnetik akibat adanya
aliran minyak), dan sniffers yaitu
berupa alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi bau hidrokarbon.
F. Cara Melakukan
Penambangan Minyak Bumi
Di Indonesia sumber minyak bumi terdapat
di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Irian jaya, Kalimantan, dan sebagian ada di pulau
Jawa. Biasanya kandungan minyak bumi ini pada 3 – 4 km dibawah permukaan tanah.
Untuk itu proses mengambilnya dengan
menggunakan sumur-sumur bor yang sengaja dibuat. Beberapa diantaranya kareba
sumber minyak bumi ada di dasar laut, maka pengeboran dilakukan di laut. Minyak
mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa
ke stasiun tangki atau kilang minyak. Minyak mentah atau yang biasa disebut
dengan crude oil ini bebrentuk cairan
kental hitam dan berbau kurang sedap, yang selain mengandung kotoran, juga
mengandung mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak ini belum dapat
digunakan untuk bahan bakar atau berbagai keperluan lainnya, harus melalui
pengolahan terlebih dahulu. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon
dengan jumlah atom karbon 1 – 50. Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi
dilakukan dengan dua langkah yaitu desalting dan distilasi.
1.
Desalting
Proses
desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara
mencampurkan minyak mentah dengan air, tujuannya adalah untuk melarutkan
zat-zat mineral yang larut dalam air. Pada proses ini juga ditambahkan asam dan
basa dengan tujuan menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon. Setelah
melalui proses desalting , maka selanjutnya minyak akan menjalani proses
destilasi.
2.
Distilasi
Minyak
mentah yang telah melalui proses desalting kemudian diolah lebih lanjut dengan
proses distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan campuran berdasar perbedaan
titik didih. Hasil yang diperoleh dari proses distilasi bertingkat ini adalah
campuran hidrokarbon yang mendidih pada interval (range) suhu tertentu. Fasa
uap dan cairan dijaga agar selalu kontak satu sam lain, sehingga pengembunan
dan penyulingan berlangsung menyeluruh sepanjang kolom.
Hasil
yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan
proses reforming, polimerisasi, terating dan blending
a.
Reforming
Reforming
merupakann suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang.
Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.
b.
Polimerisasi
Merupakan
suatu cara sederhana penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi
molekul yang lebih kompleks.
c.
Treating
Treating
merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
d.
Blending
Blending
merupakan proses penambahan zat aditif.
G. Fungsi
Minyak Bumi
1.
Bensin
Bensin
merupakan bahan bakar transportasi yang masih memgang peranan penting sampai
saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memilliki
rantai C5 – C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan
kualitas yang diinginkan.
Karena
bensin hanya terbakar dalam fase uap, maka bensin harus diuapkan dalam
karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan. Energi yang
dihasilkan dari proses pembakaran bensin yang diinginkan adalah yang
menghasilkan dorongan yang mulus terhadap penurunan piston. Hal ini tergantung
dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi yang ditransfer ke piston
menjadi maksimum. Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari jenis rantai
hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin.
a.
Alkana rantai lurus
dalam bensin seperti n-nonana sangat mudah terbakar. Hal ini menyebabkan
pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat.
Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking).
Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum
terbakar sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum.
b.
Alkana rantai bercabang
atau alisiklik atau aromatik dalam bensin seperti isooktana tidak terlalu mdah
terbakar. Jadi, lebih sedikit ketukan yang dihasilkan dan energi yang di
transfer ke piston lebih besar.
Oleh
karena itu bensin dengan kualitas yang baik harus mengandung lebih banyak
alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dibandingkan alkana rantai lurus
kualitas bensin ini dinyatakan oleh bilangan oktan.
2.
Bahan bakar gas
Bahan
bakar gas terdiri dari LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquied Petrolium
Gas) bahan bakar gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri.
LPG
adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam.
Dengan menambahkan tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair.
Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10).
LPG juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana
(C2H6) dan pentana (C5H12).
Dalam
kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas.
Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk
gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam
tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas dari
cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar
80 – 85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dan gas dalam
keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, teteapi
biasanya sekitar 250 : 1.
Tekanan
dimana elpiji berbentuk cair dinamakan tekanan uap. Tekanan ini bervariasi tergantung
komposisi dan temperatur. Sebagai contoh dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa
(2,2 bar) bagi butana murni pada 20o C (68o F) agar
mencair, dan sekitar 2,2 Mpa (22 bar) bagi propana murni pada 55o C
(131o F).
Menurut
spesifikasinnya, elpiji dibagi menjadi 3 jenis yaitu elpiji campuran , elpiji
propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam
keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi No:25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang
dipasarkan pertamina adalah elpiji campuran.
Sifat
elpiji :
-
Cairan dan gasnya
sangat mudah terbakar.
-
Gas tidak beracun,
tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat.
-
Gas dikirimkan sebagai
cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
-
Cairan dapat menguap
jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
-
Gas ini lebih berat
dibandingkan udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.
3.
Petrokimia
Minyak
bumi selain sebagai bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting
dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan atau produk yang
terbuat dari bahan dasarnya minyak bumi dan gas bumi disebut petrokimia dapat
digolongkan : plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergent,
pelarut, pupuk, berbagai jenis obat dan vitamin
4.
Gas sintesis
Disebut
juga syn-gas yang merupakan campuran karbon monoksida dan hidrogen. Syn-gas
dibuat dari reaksi gas bumi atau elpiji melalui proses yang disebut stean reforming
atau oksidasi.
5.
Kerosin
Biasa
digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu kerosin
juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.
6.
Minyak tanah (kerosene
atau paraffin)
Adalah
cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan
cara distilasi flaksional dari petroleum pada 150o C dan 275o
C (rantai karbon dari C12 – C15). Pada suatu waktu dia
banyak dgunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai
bahan bakar mesin jet (lebih teknikal avtur, jet-A, jet-B, JP-4, atau JP-8).
Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair
sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa yunani keros.
Biasanya, kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan
perawatan khusus, dalam sebuah unit merox atau hidrotreater. Untuk mengurangi
kadar belerangnya. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang
digunakan untuk mengupgragde bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk
bahan bakar minyak. Penggunaannya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di
negara berkembang, dia kurang disuling dan mengandung ketidak murnian dan
bahkan debris.
Bahan
bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat,
teruatama titik asap dan titik beku. Kerosene juga bisa digunakan untuk
membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. Kadang digunakan juga
sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga.
7.
Minyak solar atau
minyak diesel
Bisa
digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor
seperti bus, truk, kereta api dan traktor. Selain itu minyak solar juga
digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.
8.
Minyak pelumas
Biasa
digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin.
9.
Residu
Terdiri
dari paraffin, digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan, kosmetika, botol,
industri tenun menenun, korek api, lilin batik, dan masih banyak lagi.
H. Dampak
Pertambangan Minyak Bumi
1.
Dampak positif
a.
Sebagai sumber devisa
negara.
b.
Sebagai sumber
pendapatan daerah.
c.
Mengurangi tingkat
pengangguran.
d.
Menciptakan lapangan
pekerjaan.
e.
Tersedianya SDA siap
pakai.
f.
Membantu pemerintah
mengelola SDA.
2.
Dampak negatif bagi
lingkungan
a.
Gas karbondioksida(CO2)
Sebenarnya,
gas karbondioksida tidak berbahaya. Tetapi, gas karbondioksida tergolong gas
rumah kaca, sehingga peningkatan kadar gas karbondioksida di udara dapat
mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi yang disebut pemanasan global.
b.
Gas karbonmonoksida
(CO)
Gas
karbonmonoksida tidak berwarna dan berbau, sehingga kehadirannya tidak
diketahui. Oksida belerang (SO2dan SO3)
Belerang
dioksida yang terhisap pernafasan bereaksi dengan air di dalam saluran
pernafasan, membentuk asam sulfit yang dapat merusak jaringan dan menimbulkan
rasa sakit. Bila SO3 terhisap, yang terbentuk adalah asam sulfat (lebih
berbahaya). Oksida belerang dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan
terjadinya hujan asam.
c.
Efek rumah kaca
Berbagai
gas dalam atmosfer seperti karbondioksida, uap air, metana, dan senyawa
keluarga CFC, berlaku seperti kaca yang melewatkan sinar tampak dan ultraviolet
tetapi menahan radiasi inframerah. Oleh karena itu, sebagian besar dari sinar
matahari dapat mencapai permukaan bumi dan menghangatkan atmosfer dan permukaan
bumi. Radiasi panas dipancarkan permukaan bumi akan terperangkap karena diserap
oleh gas-gas rumah kaca. Efek rumah kaca berfungsi sebagai selimut yang menjaga
suhu permukaan bumi rata-rata 15 C. Tanpa karbon di oksida dan uap air di
atmosfer, suhu rata-rata permukaan bumi di perkirakan sekitar -25 C. Jadi,
jelaslah bahwa efek rumah kaca sangat penting dalam menentukan kehidupan di
bumi. Akan tetapi, peningkatan kadar
dari gas-gas rumah kaca dapat menyebabkan suhu permukaan bumi menjadi
terlalu tinggi sehingga dapat menyebabkan berbagai macam kerugian.
d.
Hujan asam
Air
hujan biasanya sedikit bersifat asam (Ph sekitar 5,7). Hal itu terjadi karena
air hujan tersebut melarut gas karbon dioksida yang terdapat dalam udara,
membentuk asam karbonat.
e.
Acid mine drainage
sangat berbahaya bagi lingkungan karena bisa mengendap di tanah dan dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
f.
Perubaha vegetasi
penutup
Proses
land clearing pada saat oprasi pertambangan di mulai menghasilkan dampak
lingkungan yang sangat signifikan yaitu hilangnya vegetasi alami. Apalagi
kegiatan pertambangan yang di lakukan di dalam kawasan hutan lindung. Hilangnya
vegetasi akan berdampak pada perubahan iklim micro, keanekaragaman hayati
(biodivercity) dan habitat satwa menjadi berkurang. Tanpa vegetasi lahan
menjadi terbuka dan akan memperbesar erosi dan sedimentasi pada saat musim
hujan.
g.
Perubahan topografi
Pengupasan
tanah pucuk mengakibatkan perubahan topografi pada daerah tambang. Area yang
berubah umumnya lebih luas dari lubang tambang karena di gunakan untuk menumpuk
hasil galian (tanah pucuk dan overburden) dan pembangunan infrakstuktur. Hal
ini sering menadi masalah pada perusaan tambang kecil karena keterbatasan lahan.
Seperti halnya dampak hilangnya vegetasi, perubahan topografi yang tidak teratur
atau membentuk lereng yang curam akan memperbesar laju aliran permukaan dan
meningkatan erosi. Kondisi bentang alam/topografi yang membutuhkan waktu lama
untuk terbentuk, dalam sekejap dapat berubah akibat aktifitas pertambngan dan
akan sulit di kembalikan dalam keadaan semula.
h.
Perubahan pola
hidrologi
Kondisi
hidrologi daerah skitar tambang terbuka mengalami perubahan akibatnya hilangnya
vegetasi yang merupakan salah satu kunci dalam siklus hidrologli. Ditambah lagi
pada sistem penambangan terbuka saat beroperasi, air dipompa lewat sumur-sumur
bor untuk mengeringkan area yang dieksploitasi untuk memudahkan pengambilan
bahan tambang. Setelah tambang tidak beroperasi, aktivitas sumur pompa
dihentikan maka tinggi muka air tanah (ground water table) berubah yang
mengindikasikan pengurangan cadangan air tanah untuk keperluan lain dan
berpotensi tercemarnya badan air akibat tersingkapnya batuan yang mengandung
sulfida sehingga kualitasnya menurun.
i.
Kerusakan tubuh tanah
Dapat
terjadi pada saat pengupasan dan penimbunan kembali tanah pucuk untuk proses
reklamasi. Kerusakan terjadi diakibatkan tercampurnya tubuh tanah (top soil dan
sub soil) secara tidak teratur sehingga akan mengganggu kesuburan fisik kimia
dan biologi tanah. Hal ini tentunya membuat tanah sebagai media tumbuh tak
dapat berfungsi dengan baik bagi tanaman nantinya dan tanpa adanya vegetasi
penutup akan membuatnya rentan terhadap erosi baik oleh hujan maupun angin.
Menambahkan bahwa terkikisnya lapisan topsoil dan serash sebagai sumber karbon
untuk menyokong kelangsungan hidup mikroba tanah potensial, merupakan salah
satu penyebab utama menurunnya populasi dan aktivitas mikroba tanah yang berfungsi
penting dalam penyediaan unsur-unsur hara dan secara tidak langsung
memperngaruhi kehidupan tanaman. Selain itu dengan mobilitas operasi alat berat
diatas tanah mengakibatkan terjadinnya pemadatan tananh. Kondisi tanha yang
kompak karena pemadatan menyebabkan buruknya sistem tata air (water
infiltration and percolation) dan peredaran udara (aerasi) yang secara langsung
dapat membawa dampak negatif terhadap fungsi dan perkembangan akar.
3.
Dampak terhadap
kesehatan masyarakat
a.
Gas karbonmonoksida
Gas
karbonmonoksida bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran
pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernafasan, gas
karbonmonosida beraksi dengan hemoglobin darah, membentuk karboksihemoglobin (
COHb).
Hemoglobinseharusnya
bereaksi dengan oksiigen menjadi oksihemoglobi (O2Hb) dan dibawa ke sel-sel
jaringan tubuh yang memerlukan.
Nanmun,
afinitas gas karbonmonoksida terhadap hemoglobin sekitar 300 kali lebih besar
daripada oksigen. Bahkan hemoglobin yang telah mengikat oksigen dapat diserang
oleh gas karbonmonoksida.
Jadi,
gas karbon monoksida menghalangi fungsi vital hemoglobin untuk membawa oksigen
bagi tubuh. Cara mencegah penigkatan gas karbonmonoksida di udara dalah dengan
mengurangi kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik pada knalpot.
b.
Oksida Nitrogen (NO dan
NO2)
Campuran
NO dan NO2 sebagai pencemar udara bisa ditandai dengan lambang NOx
ambang batas NOx di udara adalah 0,05 ppm. NOx diudara
tidak beracun (secara langsung) pada manusia, tetapi Nox ini bereaksi dengan
bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asbut (asap kabut). Asbut
menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan salulran
pernafasan, menjadi tanaman layu, dan menurunkan kualitas materi.
c.
Partikel timah hitam
Senyawa timbal
dari udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makanan terkontaminasi.
Keracunan timbal yang ringan dapat menyebabkan gejala keracunan timbal, seperti
sakit kepala, mudah terisritasi, mudah lelah, dan depresi. Keracunan yang lebih
hebat menyebabkan kerusakan otak, ginjal dan hati.
d.
Arsenik, forin dan
merkuri merupakan emisi minyak bumi yang mempengaruhi sistem pernafasan.
e.
Debu minyak bumi
menyebabkan penyakit pnemoconiosis.
I. Cara
Mengatasi Dampak Negatif
1.
Membuat menara asam
sulfat, yang berfungsi untuk memisahkan hidrokarbon tidak jenuh, senyawa
nitrogen, senyawa oksigen, dan residu padat seperti aspal.
2.
Membuat menara absorpsi
yang mengandung agent.
3.
Scrubber, yang berfungsi
untuk memisahkan belerang/senyawa belerang.
4.
Menyaring kembali
limbah yang berbahaya bagi lingkungan.
5.
Peran aktif pemerintah
sebagai penyelenggara AMDAL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar