Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Rabu, 17 September 2014

Pertambangan Minyak Bumi




A.    Pengertian
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian.
Minyak bumi (bahasa inggris : petroleum berasal dari bahasa latin petrus-karang dan oleum-minyak) adalah cairan kental, berwarna cokelat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon. Minyak bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu minyak bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin, minyak tanah dan batu bara. Minyak bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.

B.     Proses Pembentukan Minyak Bumi
Banyak ahli ilmuwan yang mengatakan bahwa minyak bumi berasal dari pelapukan sisa kehidupan pada zaman purba yang terendapkan dan terakumulasi bersama air laut dan  masuk ke dalam batuan sedimen, berupa batu pasir, batu lempung, yang terdapat di dalam lapisan kerak bumi selama berjuta-juta tahun dengan mengalami proses fisika dan kimia. Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Saat zaman purba, di darat dan di laut hidup beraneka ragam binatang dan tumbuh-tumbuhan. Lalu punah dan tertimbun di bawah endapan lumpur, dan terbawa arus sungai menuju lautan bersama bahan organik lainnya dari daratan.
2.      Dengan terkumpulnya pasir dn lumpur tersebut ke dasar laut selama berjuta-juta tahun, akibatnya terbentuklah suatu lapisan batuan yang bebrcampur dengan fosil-fosil binatang dan tumbuh-tumbuhan.
 
3.      Akibat peristiwa alam ini, lapisan dan permukaan bumi mengalami perubahan, sehingga fosil hewan dan tumbuhan terendapkan di perut bumi dengan suhu dan tekanan tinggi. Akibat pengaruh waktu, temperatur tinggi, dan tekanan beban lapisan batuan diatasnya menyebabkan binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mati tadi mengalami proses penguraian berupa perubahan kimia, berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak yang berbentuk cairan kental dan gas. Akibat pengaruh yang sama, maka endapan lumpur  berubah menjadi batuan sedimen. Batuan lunak yang berasal dari lumpur yang mengandung bintik-bintik minyak dikenal sebagai batuan induk atau source rock.
4.      Karena ringan, minyak bumi akan terdorong dan terapung, lalu bermigrasi ke tekanan yang lebih rendah untuk berhenti dan terangkap dalam batuan sedimen yang kedap atau kadang-kadang merembes ke luar permukaan bumi. Batuan sedimen tersusun atas fragmen-fragmen atau butiran  mineral dari yang halus sampai yang kasar, dengan antar fragmen terjadi suatu pengikatan dengan ukuran yang berbeda tiap fragmen, berfungsi sebagai sedimen, sehingga diantaranya terdapat pori-pori. Pada kondisi tertentu, pori-pori ini dapat mengandung cairan minyak, gas atau air.

Mengenai berapa lama proses pembentukan minyak bumi masih terdapat berbagai macam pendapat. Ada yang mengatakan ribuan tahun, ada yang mengatakan jutaan tahun, bahkan ada yang berpendapat lebih dari itu. Tetapi diduga kuat, minyak bumi terbentuk paling sedikit dua  juta tahun yang lalu.
Saat ini terdapat sebuah bukti ilmiah yang bertentangan dengan keterbatasan suplai minyak bumi. Energia (lembaga pertambangan Asia - Afrika) menunjukan bahwa minyak adalah zat abiotik, dan bukanlah produk yang berasal dari materi biologi yang mengalami pembusukan berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi bukan sumber daya non-terbarukan, seperti batubara dan gas alam, yang bisa terisi kembali dari sumber dalam perut bumi.
Rusia  berhasil membuktikan bahwa minyak bumi bukan dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan magma, yang berada lebih di kedalaman 30.000 kaki dan tidak ditemukan lapisan orgnik. Rusia yang mempelopori penelitian ini kemudian melakukan serangkaian proyek penggalian minyak bumi dengan kedalaman yang lebih jauh dari 30.000 kaki. Bukan tidak mungkin di perut bumi Indonesia juga terdapat suatu cadangan minyak yang bukan hanya berasal dari fosil-fosil makhluk hidup, namun berasal dari lapisan magma.

C.    Macam-Macam Minyak Bumi
Komposisi kimia dari minyak bumi dipisahkan dengan cara destilasi yang didasari oleh perbedaan titik didih, kemudian setelah diolah lagi lebih lanjut akan diperoleh minyak tanah, bensin, lilin dan lain-lalin. Meskipun demikian pemisahan tidak dapat memberikan senyawa tunggal, melainkan kumpulan senyawa dengan isomernya.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon (senyawa hidrogen dan karbon).  Senyawaan dari minyak bumi ini semuanya dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer dari fraksi distilasi minyak bumi adalah :
1.      Minyak eter : 40 – 70o celcius digunakan sebagai pelarut
2.      Minyak ringa : 60 – 100o celcius digunakan untuk bahan bakar mobil
3.      Minyak berat : 100 – 150o celcius digunakan untuk bahan bakar mobil
4.      Minyak tanah ringan : 120 – 150o celcius digunakan untuk pelarut dan bahan bakar rumah tangga
5.      Kerosene : 150 – 300o celcius digunakan untuk bahan bakar mesin jet
6.      Minyak gas : 250 – 350o celcius digunakan untuk minyak diesel/pemanas
7.      Minyak pelumas : >300o celcius digunakan untuk minyak mesin
8.      Sisa dari penyulingan ini berupa aspal.

D.    Unsur Pembentuk Minyak Bumi
Minyak bumi dan gas alam adalah campuran kompleks hidrokarbon dan senyawa-senyawa organik lain. Komponen hidrokarbon adalah komponen yang paling paling banyak terkandung di dalam minyak bumi dan gas alam. Gas alam terdiri dari alkana dan gas lain seperti karbondioksida dan hidrogen sulfida, beberapa sumur gas juga  mengandung helium.
Sedangkan hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana dan siklokana, senyawa lain yang terkandung dalam minyak bumi diantaranya  adalah sulfur, oksigen, nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama nikel, besi dan tembaga. Komposisi minyak bumi sangat bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari daerah ke daerah lainnya.
Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. Berdasarkan hasil analisa diperoleh data sebagai berikut :
1.      Karbon : 83 – 87%
2.      Hidrogen : 10 – 14%
3.      Nitrogen :  0,1 – 2%
4.      Oksigen : 0,05 – 1,5%’
5.      bag%202.4.gifSulfur : 0,05 – 6%










Gambar Hasil Penyulingan Minyak Bumi

Zat-zat pengotor yang terdapat dalam minyak bumi antara lain :
1.      Sulfur
Crude oil yang densitynya lebih tinggi mempunyai kandungan sulfur yang lebih tinggi pula. Keberadaan sulfur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan akibat, misalnya dalam gasoline dapat menimbulkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair), karena terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulfur (sebagai hasil pembakaran gasoline) dan air.
2.      Oksigen
Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2% dan menaik dengan naiknya titik didih fraksi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dalam udara. Oksigen dalam minyak bumi berada sebagai asam koksilat, keton, eter, ester, anhidrida dan senyawa monosiklo dan disiklo dan bheno;. Sebagai asam karboksilat berupa asam naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik.
3.      Nitrogoen
Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1 – 0,9%. Kandungan tertinggi terdapat pada tipe asphalitik. Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum/getah pada fuel oil. Kandungan nitrogoen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen kelas dasar  yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi dapat diekstrak dengan mineral encer.
4.      Metalik
Logam-logam seperti besi, tembaga terutama nikel dan vanadium pada proses catalityc cracking memperngaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan prpoduk gasoline, menghasilkan banyak pembentukan gas dan pembentukan coke. Pada power generator temperatur tinggi, misalnya oli-fired gas turbin,adanya konstituen logam teruutama vanadium dapat membentuk kerak pada rotor turbine. Abu yang dihasilkan dari pembakaran fuel yang mengandung natrium dan terutama vanadium dapat bereaksi dengan refactory furnace (bata tahan api), menyebabkan turunnya titik lebur campuramn sehingga merusakkan refactory itu.

E.     Cara Mengetahui Kandungan Minyak Bumi
Proses pencarian minyak dari perut bumi dilakukan oleh ahli geologi/tambang. Cara modern yang digunakan dalam mencari minyak bumi dengan menggunakan pencarian satelit dan analisa yang menyatakan bahwa di lokasi tersebut ada minyak, maka tugas selanjutnya biasanya diserahkan kepada ahli geofisika. Para ahli geofisika mempelajari sifat-sifat fisik dari lapisan tanah. Berbagai metode digunakan dalam tahapan ini untuk mendukung hasil yang telah ditetapkan oleh ahli geologi/tambang sebelumnya.
Lichen2.jpgGambar di samping merupakan penentuan kandungan suatu minyak bumi dengan menggunakan sinyal/gelombang radio dari satu kapal ke dasar lautan. Biasanya penambangan minyak bumi tersebut dilakukan dalam air (offshore). Peralatan yang digunakan untuk pencarian minyak bumi ini seperti gravemetry untuk mengukur adanya aliran minyak karena adanya sedikit perbedaan gravitasi bumi. Magnetometry (untuk mengukur perubahan medan magnetik akibat adanya aliran minyak), dan sniffers yaitu berupa alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi bau hidrokarbon.

F.     Cara Melakukan Penambangan Minyak Bumi
Di Indonesia sumber minyak bumi terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Irian jaya, Kalimantan, dan sebagian ada di pulau Jawa. Biasanya kandungan minyak bumi ini pada 3 – 4 km dibawah permukaan tanah. Untuk itu proses mengambilnya  dengan menggunakan sumur-sumur bor yang sengaja dibuat. Beberapa diantaranya kareba sumber minyak bumi ada di dasar laut, maka pengeboran dilakukan di laut. Minyak mentah yang dihasilkan ditampung dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau kilang minyak. Minyak mentah atau yang biasa disebut dengan crude oil ini bebrentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap, yang selain mengandung kotoran, juga mengandung mineral-mineral yang larut dalam air. Minyak ini belum dapat digunakan untuk bahan bakar atau berbagai keperluan lainnya, harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Minyak mentah ini mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom karbon 1 – 50. Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua langkah yaitu desalting dan distilasi.
1.      Desalting
Proses desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air, tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air. Pada proses ini juga ditambahkan asam dan basa dengan tujuan menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon. Setelah melalui proses desalting , maka selanjutnya minyak akan menjalani proses destilasi.
2.      Distilasi
Minyak mentah yang telah melalui proses desalting kemudian diolah lebih lanjut dengan proses distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan campuran berdasar perbedaan titik didih. Hasil yang diperoleh dari proses distilasi bertingkat ini adalah campuran hidrokarbon yang mendidih pada interval (range) suhu tertentu. Fasa uap dan cairan dijaga agar selalu kontak satu sam lain, sehingga pengembunan dan penyulingan berlangsung menyeluruh sepanjang kolom.
Hasil yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, terating dan blending
a.       Reforming
Reforming merupakann suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin.
b.      Polimerisasi
Merupakan suatu cara sederhana penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul yang lebih kompleks.
c.       Treating
Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
d.      Blending
Blending merupakan proses penambahan zat aditif.

G.    Fungsi Minyak Bumi
1.      Bensin
Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memgang peranan penting sampai saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memilliki rantai C5 – C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.
Karena bensin hanya terbakar dalam fase uap, maka bensin harus diuapkan dalam karburator sebelum dibakar dalam silinder mesin kendaraan. Energi yang dihasilkan dari proses pembakaran bensin yang diinginkan adalah yang menghasilkan dorongan yang mulus terhadap penurunan piston. Hal ini tergantung dari ketepatan waktu pembakaran agar jumlah energi yang ditransfer ke piston menjadi maksimum. Ketepatan waktu pembakaran tergantung dari jenis rantai hidrokarbon yang selanjutnya akan menentukan kualitas bensin.
a.       Alkana rantai lurus dalam bensin seperti n-nonana sangat mudah terbakar. Hal ini menyebabkan pembakaran terjadi terlalu awal sebelum piston mencapai posisi yang tepat. Akibatnya timbul bunyi ledakan yang dikenal sebagai ketukan (knocking). Pembakaran terlalu awal juga berarti ada sisa komponen bensin yang belum terbakar sehingga energi yang ditransfer ke piston tidak maksimum.
b.      Alkana rantai bercabang atau alisiklik atau aromatik dalam bensin seperti isooktana tidak terlalu mdah terbakar. Jadi, lebih sedikit ketukan yang dihasilkan dan energi yang di transfer ke piston lebih besar.
Oleh karena itu bensin dengan kualitas yang baik harus mengandung lebih banyak alkana rantai bercabang/alisiklik/aromatik dibandingkan alkana rantai lurus kualitas bensin ini dinyatakan oleh bilangan oktan.
2.      Bahan bakar gas
Bahan bakar gas terdiri dari LNG (Liquified Natural Gas) dan LPG (Liquied Petrolium Gas) bahan bakar gas biasa digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri.
LPG adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambahkan tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). LPG juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).
Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas.  Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80 – 85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, teteapi biasanya sekitar 250 : 1.
Tekanan dimana elpiji berbentuk cair dinamakan tekanan uap. Tekanan ini bervariasi tergantung komposisi dan temperatur. Sebagai contoh dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2,2 bar) bagi butana murni pada 20o C (68o F) agar mencair, dan sekitar 2,2 Mpa (22 bar) bagi propana murni pada 55o C (131o F).
Menurut spesifikasinnya, elpiji dibagi menjadi 3 jenis yaitu elpiji campuran , elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi No:25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan pertamina adalah elpiji campuran.
Sifat elpiji :
-          Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar.
-          Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat.
-          Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
-          Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
-          Gas ini lebih berat dibandingkan udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.
3.      Petrokimia
Minyak bumi selain sebagai bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Bahan-bahan atau produk yang terbuat dari bahan dasarnya minyak bumi dan gas bumi disebut petrokimia dapat digolongkan : plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergent, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat dan vitamin
4.      Gas sintesis
Disebut juga syn-gas yang merupakan campuran karbon monoksida dan hidrogen. Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau elpiji melalui proses yang disebut stean reforming atau oksidasi.
5.      Kerosin
Biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Selain itu kerosin juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.
6.      Minyak tanah (kerosene atau paraffin)
Adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Dia diperoleh dengan cara distilasi flaksional dari petroleum pada 150o C dan 275o C (rantai karbon dari C12 – C15). Pada suatu waktu dia banyak dgunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih teknikal avtur, jet-A, jet-B, JP-4, atau JP-8). Sebuah bentuk dari kerosene dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket. Nama kerosene diturunkan dari bahasa yunani keros. Biasanya, kerosene didistilasi langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah unit merox atau hidrotreater. Untuk mengurangi kadar belerangnya. Kerosene dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk mengupgragde bagian dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar minyak. Penggunaannya sebagai bahan bakar untuk memasak terbatas di negara berkembang, dia kurang disuling dan mengandung ketidak murnian dan bahkan debris.
Bahan bakar mesin jet adalah kerosene yang mencapai spesifikasi yang diperketat, teruatama titik asap dan titik beku. Kerosene juga bisa digunakan untuk membasmi serangga seperti semut dan mengusir kecoa. Kadang digunakan juga sebagai campuran dalam cairan pembasmi serangga.
7.      Minyak solar atau minyak diesel
Bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus, truk, kereta api dan traktor. Selain itu minyak solar juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan bensin melalui proses cracking.
8.      Minyak pelumas
Biasa digunakan untuk lubrikasi mesin-mesin.

9.      Residu
Terdiri dari paraffin, digunakan dalam proses pembuatan obat-obatan, kosmetika, botol, industri tenun menenun, korek api, lilin batik, dan masih banyak lagi.

H.    Dampak Pertambangan Minyak Bumi
1.      Dampak positif
a.       Sebagai sumber devisa negara.
b.      Sebagai sumber pendapatan daerah.
c.       Mengurangi tingkat pengangguran.
d.      Menciptakan lapangan pekerjaan.
e.       Tersedianya SDA siap pakai.
f.       Membantu pemerintah mengelola SDA.

2.      Dampak negatif bagi lingkungan
a.       Gas karbondioksida(CO2)
Sebenarnya, gas karbondioksida tidak berbahaya. Tetapi, gas karbondioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar gas karbondioksida di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi yang disebut pemanasan global.
b.      Gas karbonmonoksida (CO)
Gas karbonmonoksida tidak berwarna dan berbau, sehingga kehadirannya tidak diketahui. Oksida belerang (SO2dan SO3)
Belerang dioksida yang terhisap pernafasan bereaksi dengan air di dalam saluran pernafasan, membentuk asam sulfit yang dapat merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Bila SO3 terhisap, yang terbentuk adalah asam sulfat (lebih berbahaya). Oksida belerang dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan terjadinya hujan asam.
c.       Efek rumah kaca
Berbagai gas dalam atmosfer seperti karbondioksida, uap air, metana, dan senyawa keluarga CFC, berlaku seperti kaca yang melewatkan sinar tampak dan ultraviolet tetapi menahan radiasi inframerah. Oleh karena itu, sebagian besar dari sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi dan menghangatkan atmosfer dan permukaan bumi. Radiasi panas dipancarkan permukaan bumi akan terperangkap karena diserap oleh gas-gas rumah kaca. Efek rumah kaca berfungsi sebagai selimut yang menjaga suhu permukaan bumi rata-rata 15 C. Tanpa karbon di oksida dan uap air di atmosfer, suhu rata-rata permukaan bumi di perkirakan sekitar -25 C. Jadi, jelaslah bahwa efek rumah kaca sangat penting dalam menentukan kehidupan di bumi. Akan tetapi, peningkatan kadar  dari gas-gas rumah kaca dapat menyebabkan suhu permukaan bumi menjadi terlalu tinggi sehingga dapat menyebabkan berbagai macam kerugian.
d.      Hujan asam
Air hujan biasanya sedikit bersifat asam (Ph sekitar 5,7). Hal itu terjadi karena air hujan tersebut melarut gas karbon dioksida yang terdapat dalam udara, membentuk asam karbonat.
e.         Acid mine drainage sangat berbahaya bagi lingkungan karena bisa mengendap di tanah dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

f.       Perubaha vegetasi penutup
Proses land clearing pada saat oprasi pertambangan di mulai menghasilkan dampak lingkungan yang sangat signifikan yaitu hilangnya vegetasi alami. Apalagi kegiatan pertambangan yang di lakukan di dalam kawasan hutan lindung. Hilangnya vegetasi akan berdampak pada perubahan iklim micro, keanekaragaman hayati (biodivercity) dan habitat satwa menjadi berkurang. Tanpa vegetasi lahan menjadi terbuka dan akan memperbesar erosi dan sedimentasi pada saat musim hujan.
g.      Perubahan topografi
Pengupasan tanah pucuk mengakibatkan perubahan topografi pada daerah tambang. Area yang berubah umumnya lebih luas dari lubang tambang karena di gunakan untuk menumpuk hasil galian (tanah pucuk dan overburden) dan pembangunan infrakstuktur. Hal ini sering menadi masalah pada perusaan tambang kecil karena keterbatasan lahan. Seperti halnya dampak hilangnya vegetasi, perubahan topografi yang tidak teratur atau membentuk lereng yang curam akan memperbesar laju aliran permukaan dan meningkatan erosi. Kondisi bentang alam/topografi yang membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, dalam sekejap dapat berubah akibat aktifitas pertambngan dan akan sulit di kembalikan dalam keadaan semula.
h.      Perubahan pola hidrologi
Kondisi hidrologi daerah skitar tambang terbuka mengalami perubahan akibatnya hilangnya vegetasi yang merupakan salah satu kunci dalam siklus hidrologli. Ditambah lagi pada sistem penambangan terbuka saat beroperasi, air dipompa lewat sumur-sumur bor untuk mengeringkan area yang dieksploitasi untuk memudahkan pengambilan bahan tambang. Setelah tambang tidak beroperasi, aktivitas sumur pompa dihentikan maka tinggi muka air tanah (ground water table) berubah yang mengindikasikan pengurangan cadangan air tanah untuk keperluan lain dan berpotensi tercemarnya badan air akibat tersingkapnya batuan yang mengandung sulfida sehingga kualitasnya menurun.
i.        Kerusakan tubuh tanah
Dapat terjadi pada saat pengupasan dan penimbunan kembali tanah pucuk untuk proses reklamasi. Kerusakan terjadi diakibatkan tercampurnya tubuh tanah (top soil dan sub soil) secara tidak teratur sehingga akan mengganggu kesuburan fisik kimia dan biologi tanah. Hal ini tentunya membuat tanah sebagai media tumbuh tak dapat berfungsi dengan baik bagi tanaman nantinya dan tanpa adanya vegetasi penutup akan membuatnya rentan terhadap erosi baik oleh hujan maupun angin. Menambahkan bahwa terkikisnya lapisan topsoil dan serash sebagai sumber karbon untuk menyokong kelangsungan hidup mikroba tanah potensial, merupakan salah satu penyebab utama menurunnya populasi dan aktivitas mikroba tanah yang berfungsi penting dalam penyediaan unsur-unsur hara dan secara tidak langsung memperngaruhi kehidupan tanaman. Selain itu dengan mobilitas operasi alat berat diatas tanah mengakibatkan terjadinnya pemadatan tananh. Kondisi tanha yang kompak karena pemadatan menyebabkan buruknya sistem tata air (water infiltration and percolation) dan peredaran udara (aerasi) yang secara langsung dapat membawa dampak negatif terhadap fungsi dan perkembangan akar.

3.      Dampak terhadap kesehatan masyarakat
a.       Gas karbonmonoksida
Gas karbonmonoksida bersifat racun, dapat menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke dalam darah melalui pernafasan, gas karbonmonosida beraksi dengan hemoglobin darah, membentuk karboksihemoglobin ( COHb).
*      CO + Hb -> COHb
Hemoglobinseharusnya bereaksi dengan oksiigen menjadi oksihemoglobi (O2Hb) dan dibawa ke sel-sel jaringan tubuh yang memerlukan.
*      O2 + Hb -> O2Hb
Nanmun, afinitas gas karbonmonoksida terhadap hemoglobin sekitar 300 kali lebih besar daripada oksigen. Bahkan hemoglobin yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh gas karbonmonoksida.
*      CO + O2Hb -> COHb + O2
Jadi, gas karbon monoksida menghalangi fungsi vital hemoglobin untuk membawa oksigen bagi tubuh. Cara mencegah penigkatan gas karbonmonoksida di udara dalah dengan mengurangi kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik pada knalpot.
b.      Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
Campuran NO dan NO2 sebagai pencemar udara bisa ditandai dengan lambang NOx ambang batas NOx di udara adalah 0,05 ppm. NOx diudara tidak beracun (secara langsung) pada manusia, tetapi Nox ini bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asbut (asap kabut). Asbut menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan salulran pernafasan, menjadi tanaman layu, dan menurunkan kualitas materi.
c.       Partikel timah hitam
Senyawa timbal dari udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makanan terkontaminasi. Keracunan timbal yang ringan dapat menyebabkan gejala keracunan timbal, seperti sakit kepala, mudah terisritasi, mudah lelah, dan depresi. Keracunan yang lebih hebat menyebabkan kerusakan otak, ginjal dan hati.
d.      Arsenik, forin dan merkuri merupakan emisi minyak bumi yang mempengaruhi sistem pernafasan.
e.       Debu minyak bumi menyebabkan penyakit pnemoconiosis.

I.       Cara Mengatasi Dampak Negatif
1.      Membuat menara asam sulfat, yang berfungsi untuk memisahkan hidrokarbon tidak jenuh, senyawa nitrogen, senyawa oksigen, dan residu padat seperti aspal.
2.      Membuat menara absorpsi yang mengandung agent.
3.      Scrubber, yang berfungsi untuk memisahkan belerang/senyawa belerang.
4.      Menyaring kembali limbah yang berbahaya bagi lingkungan.
5.      Peran aktif pemerintah sebagai penyelenggara AMDAL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar