BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Di Indonesia pada saat ini industri jamu berkembang cukup pesat. Peningkatan produksi
jamu olahan antara lain disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan jumlah
industrinya. Diperkirakan investasi di bidang industri obat tradisional sangat
menjanjikan keuntungan dan masih untuk dikembangkan mengingat potensinya
sebagai salah satu unsur pelayanan kesehatan masyarakat. Perkembangan
ini didukung oleh semakin tingginya minat masyarakat terhadap
jamu tradisional, karena harganya lebih murah dan dipandang lebih aman.
Oleh karena hal tersebut diperlukan adanya
pengetahuan yang luas mengenai industri jamu yang berada di Indonesia sehingga
masyarakat bisa memilih produk mana yang aman dan dapat digunakan dengan
kualitas baik.
Kunjungan industri ini di latar belakangi
agar para siswa dapat mengetahui tentang dunia kerja. Selain itu juga agar
siswa mendapatkan pengalaman dan wawasan tentang dunia usaha baik khusus maupun
umum. Dan kunjungan industri ini dapat mendorong siswa agar lebih semangat
belajar untuk dapat mencapai kesuksesan di masa yang akan datang atau peserta
didik nantinya dapat memasuki dunia kerja, maka dengan adanya kunjungan
industri ini siswa dapat mempunyai gambaran bila nanti akhirnya memasuki dunia
kerja.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perusahaan PT Air Mancur dapat
berdiri hingga sekarang ?
2. Dimana lokasi perusahaan tersebut ?
3. Apa visi dan misi perusahaan ?
4. Bagaimana organisasi yang dibentuk
perusahaahn tersebut ?
5. Apa saja fasilitas yang menunjang proses
produksi perusahaan ?
6. Bagaimana mekanisme umum pembuatan
produknya ?
7. Apa saja contoh produk dari PT Air Mancur?
C. Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini
disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1. Sejarah perusahaan
2. Lokasi perusahaan
3. Visi dan Misi
4. Struktur organisasi perusahaan
5. Fasilitas dalam menunjang proses produksi
6. Mekanisme umum pembuatan produk
7. Contoh produk perusahaan
D. Manfaat Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan
memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.
Secara teoritis makalah ini diharapkan
dapat bermanfaat sebagai penambah pengetahuan mengenai jamu umumnya, khususnya
pengolahan jamu di PT Air Mancur.
Secara praktis makalah ini diharapkan dapat
bermanfaat dalam membantu perkembangan ilmu herbal dan industrinya.
BAB II URAIAN MATERI
A. Sejarah PT Air Mancur
Perusahaan Jamu Air Mancur pertama kali
didirikan oleh L. W. Santoso, Rudi Hendrotanojo dan Kimun Ongkosandjojo pada
tanggal 23 Maret 1963 yang berlokasi di sebuah rumah sewa, tepatnya di kampung
Pucang Sawit, Surakarta dengan jumlah karyawan 11 orang.
Peralatan yang digunakan masih sangat
sederhana dan hampir semua proses dikerjakan secara manual. Perusahaan ini pada
mulanya tidak dikenal sama sekali, karena perusahaan ini didirikan atas modal
yang sangat minim, disamping itu juga belum tersedianya alat-alat yang modern
untuk mengolah ataupun membuat jamu dari bahan alami.
Dengan keuletan dan didukung dengan
keterampilan serta ketekunan, maka perusahaan ini dapat memperluas usahanya
dengan menyewa mesin giling beserta tempatnya yang terletak di sebuah gudang
seng, di desa Cubluk, Wonogiri. Perusahaan jamu ini terus mengalami peningkatan
dan kemajuan yang sangat berarti, maka pada tanggal 23 Desember 1963
dibentuklah sebuah perusahaan yang berstatus perseroan terbatas (PT) dengan
nama PT. Jamu Air Mancur. Akhirnya pada tanggal 1 Januari 1964 segala pusat
usaha di Surakarta dipindahkan ke Wonogiri.
Pada tahun 1966 muncul pemberontakan PKI
yang hampir saja melumpuhkan usaha PT. Jamu Air Mancur, namun akhirnya L.W.
Santoso sebagai pimpinan perusahaan dapat menyelamatkan usaha tersebut dari
kehancuran dan bahkan pada tanggal 1969 mampu mengembangkan perusahaan ini
dengan membuat perusahaan baru termegah saat itu di jalan Palem 51 Wonogiri,
dari tahun ke tahun perusahaan ini mengalami peningkatan jumlah karyawan.
Selain dengan peningkatan jumlah karyawan
dari tahun ke tahun, maka pada tanggal 1973 dimulailah perlusan pabrik di desa
Tegal Rejo, Dagen, Jaten, Palur Kabupaten Karanganyar. Karena mendesaknya
keperluan kerja maka pada tanggal 24 Februari 1974 Bapak L.W. Santoso
meresmikan pabrik di Palur Karanganyar. Karena terus meningkatnya jumlah
permintaan dari konsumen akan produk jamu tersebuat, maka pada tahun 1976
dibuatlah pabrik baru di desa Jajar, Kleco, Surakarta. Pabrik tersebut disediakan
untuk kegiatan logistik dan laboratorium pembantu PT. Jamu Air Mancur Palur
Solo.
Memasuki tahun 2000, PT. Jamu Air Mancur
terus berkembang dengan 1.549 karyawan dan telah mendapat sertifikat “Halal”
dari Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1998, mendapat ISO dari Manufacturing
Of Jamu. Pada pertengahan tahun 2000 PT. Jamu Air Mancur telah mengekspor
produknya ke Negara Taiwan, Brunai Darussalam, Malaysia, Hongkong, Singapura,
Vietnam, Filipina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Suriname.
B. Lokasi Perusahaan
PT. Jamu Air Mancur mempunyai beberapa unit yang
lokasinya berbeda-beda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Lokasi-lokasi dan
proses produksi yang dilakukan tersebut adalah:
1. Unit Kerja Palur, terletak di Desa
Tegalharjo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar; untuk pengolahan jamu
serbuk dan obat luar dalam bentuk padat sekaligus sebagai kantor pusat.
2. Unit Kerja Jajar, terletak di Kecamatan
Laweyan, Kotamadya Surakarta; untuk pengolahan bahan baku.
3. Unit Kerja Jetis, terletak di Kecamatan
Jaten, Kabupaten Karanganyar; untuk pengolahan produk kosmetika.
4. Unit Kerja Klampisan, terletak di Kecamatan
Giriwono, Kabupaten Wonogiri; untuk pengolahan jamu ekstrak.
5. Unit Kerja Pelem, terletak di Kabupaten
Wonogiri; untuk pengolahan produk makanan dan minuman.
6. Unit Kerja Celep, terletak di Kecamatan
Jaten, Kabupaten Karanganyar; untuk proses pengemasan jamu serbuk dan obat luar
dalam bentuk padat.
Kantor Pusat PT. Jamu Air Mancur berada di unit Palur
yang terletak di Jalan Raya Solo-Sragen Km.7 Desa Tegalharjo, Dragen, Jaten
Kabupaten Karanganyar. Luas areal tanah perusahaan di unit Palur sekitar ± 4
ha, meliputi kantor, pabrik, laboratorium pengendalian mutu, perpustakaan,
kebun percobaan dan koleksi, aula, ruang olahraga, taman, dan tempat parkir
kendaraan.
C. Visi dan Misi PT Air Mancur
1. Visi
Untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam
produk-produk kesehatan alami.
2. Misi
a) Untuk menghasilkan obat-obatan herbal,
minuman kesehatan, kosmetik dan suplemen makanan dengan inovasi dalam
bahan-bahan alami, nilai tambah tinggi dan manfaat kesehatan kepada masyarakat.
b) Untuk mencapai kepuasan pelanggan yang
tinggi melalui nilai dari produk-produk berkualitas.
c) Untuk memenuhi Stakeholder melalui
pertunjukan perdana di atas rata-rata industri.
d) Untuk mempertahankan pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan di atas rata-rata industri, selanjutnya meningkatkan pangsa pasar
di kategori produk masing-masing.
e) Untuk membangun sumber daya manusia yang
handal dan kompeten dalam fungsi masing-masing.
D. Struktur Organisasi Perusahaan
Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang berhubungan dengan
aktivitas langsung dengan aktifitas produksi di Unit Produksi Palur dibagi
menjadi beberapa departemen yang bertangung jawab kepada masing-masing General
Manager (GM). Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian
beserta dengan tugasnya:
1. Departemen Plan Manager
a) Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi
seluruh proses produksi sesuai target yang telah ditentukan.
b) Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan
berdasar surat perintah mingguan.
c) Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan
siang, poliklinik, dan penggajian (via kasir).
2. Departemen Quality Control (QC)
Merupakan departemen yang akan menentukan
kualitas produk dari PT. Jamu Air Mancur. Departemen QC membawahi Laboratorium
Penelitian dan Pengembangan. Komplek laboratorium ini terdiri dari enam buah
unsur pokok, yaitu Laboratorium Farmakognosi, Fitokimia, Mikrobiologi,
Farmakologi dan Toksikologi, Fabrikasi dan Central Instrumentasi.
Sedangkan sarana pendukung terdiri dari 4 unit, yaitu kebun percobaan, koleksi
tanaman obat, pemeliharaan hewan dan perpustakaan. Selain bertanggung jawab
terhadap mutu produk yang dihasilkan,
departemen ini juga merupakan sebagai penanggung jawab atas sanitasi perusahaan. Adapun
tugas-tugas dari departemen ini adalah sebagai berikut:
a) Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi
semua proses QC mulai bahan awal sampai produk siap di pasarkan sesuai Standar Air Mancur (SAM).
b) Bertanggung jawab atas pemberian nomor
batch.
c) Melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu
dan bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis.
d) Melaksanakan pemeriksaan efek toksin yang
terkandung dalam bahan baku makanan dan minuman.
e) Melakukan pemeriksaan Central dan
Instrumentasi dengan menggunakan metode-metode yang sudah ditentukan atasan
untuk memeriksa bahan simplisia, bahan bantu, produk kompetitor dan kemasan.
f) Membuat prosedur pemeriksaan mikrobiologi
dengan menggunakan buku literature untuk tujuan modifikasi.
g) Bekerja sama dengan SSH dalam pemeriksaan
air produksi.
h) Melakukan pemeriksaan akhir terhadap bahan
yang baru dibeli dan bahan retur dari agen dan menggunakan data-data dari
laboratorium lain.
i)
Melaksanakan pemeriksaan kualitas bahan baku jamu
setelah proses mixer.
j)
Melaksanakan pengolahan administrasi meliputi sistem
pelaporan QC dan R&D.
k) Mengkoordinir pengadaan sarana peralatan QC
dan R&D.
3. Departemen Technical
Bertanggung jawab dalam hal perawatan mesin dan
memperbaiki jika ada kerusakan.
4. Departemen SSH (Safety, Sanitasi, Hygene)
a) Membentuk gugus keselamatan kerja di
seluruh Unit PT. Jamu Air Mancur.
b) Mengkoordinir pemeriksaan air produksi
bekerjasama dengan QC dan PDAM.
c) Pemeliharaan fasilitas MCK.
d) Menangani sanitasi Pabrik
5. Departemen Treasury
a) Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan
seluruh keuangan berkaitan dengan kebutuhan perusahaan
b) Melaksanakan pembayaran hutang piutang
perusahaan, penggajian, dan penydiaan kas beku untuk tiap unit.
c) Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan
berkaitan dari agen dan distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat
pembekuan.
6. Departemen Accounting
a) Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi
seluruh administrasi pembekuan
perusahaan dan distributor.
b) Melaksanakan pengolahan administrasi dan
perhitungan pajak perusahaan.
c) Menyiapkan faktur pajak standar untuk agen
jamu.
7. Departemen Purchasing
a) Merencanakan dan mengawasi semua proses
pengadaan bahan kebutuhan perusahaan meliputi bahan produksi dan non produksi.
b) Pengadaan Etiket dan Non Produksi.
c) Pengadaan bahan Simplisia dan Farmasi.
8. Departemen PSO (Product Supply Operation)
a) Melaksanakan kegiatan yang berhubungan
dengan penyimpangan bahan baku.
b) Bertanggung jawab terhadap penyimpangan
Etiket.
9. Departemen Informasi dan Teknologi.
a) Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi
proses teknologi informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.
b) Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian,
pemeliharaan dan perbaikan hardware dan software.
c) Melaksanakan perawatan dan perbaikan
program pengggajian pada SDM di seluruh Unit/Lokasi.
d) Perawatan seluruh program data resep jamu
dan semua produk PT. Jamu Air Mancur.
E. Laboratorium Perusahaan
1. Laboratorium Farmakognosi
Pengawasan yang dilakukan meliputi pemeriksaan mutu
bahan baku, contohnya penawaran dari suplier bahan baku. Sampel yang akan
dibeli diuji keaslian dan kadar kandungan zat berkhasiatnya sesuai dengan yang
ditawarkan dan kadar zat berkhasiat yang terkandung memenuhi Standar Air Mancur
(SAM). Pemeriksaan menyangkut makroskopis bahan dari bentuk, warna, bau dan
rasa dan pemeriksaan makroskopis dengan mikroskop untuk lebih menguatkan dan
dapat melihat konsentrasi dalam bahan.
Pengawasan lain yang dilakukan pada saat jamu setengah jadi yang telah
distandarisasi, bahan diperiksa secara mikroskopis dengan melihat menggunakan
mikroskop bentuk fisik dan konsentrasi dalam bahan campuran. Laboratorium
Farmakognosi menentukan bahan baku dan bahan setengah jadi secara fisik apakah
sesuai SAM untuk selanjutnya ditandai kelolosan uji farmakognosi untuk dilakukan
proses produksi jamu.
Tugas lainnya adalah membuat herbarium basah dan
kering dari simplisia yang masih utuh sebagai contoh standar baku PT. Air
Mancur. Mengumpulkan data untuk syarat pendaftaran produk jamu baru dan
mendokumentasikan tentang tanaman obat dari segi botani baru dan tanaman dari
segi botani kultur teknis. Fungsi
Laboratorium Farmakognosi menyangkut determinasi, isolasi dan pemurnian setiap
zat yang terkandung dalam simplisia dan melakukan pengembangan pemeriksaan ke
arah sintesa dari zat berkhasiat yang telah diisolasi laboratorium Fitokimia.
2. Laboratorium Fitokimia
Pengawasan bahan baku oleh laboratorium ini yaitu
memeriksa kadar zat yang terkandung dalam simplisia secara destruksi, destilasi
dan ekstraksi atau sesuai dengan prosedur penetapan sesuai spesifikasi dari
masing-masing bahan. Kadar zat yang diperiksa diantaranya adalah kadar tanin,
minyak atsiri, minyak lemak, alkaloid, kumarin, kurkumin, dsb. Pemeriksaan
kuantitatif untuk bahan baku di laboratorium fitokimia yaitu memastikan
kandungan kadar dari simplisia yang sudah distandarisasi sesuai dengan SAM,
pemeriksaan di laboratorium ini dilakukan secara reaksi kimia. Pemeriksaan
untuk bahan setengan jadi termasuk kontaminasi oleh logam berat, kadar air dan
kadar abu. Tugas lain meliputi penentuan berat jenis, rotasi optik, indeks
bias, pH zat berkhasiat dari bahan baku serta menetapkan kadar bahan pembantu.
3. Laboratorium Mikrobiologi
Pemeriksaan mikrobiologi meliputi produk setengah jadi
maupun produk jadi. Pemeriksaan produk jamu serbuk dan obat luar dalam bentuk
cair antara lain jumlah angka bakteri, jumlah kapang/khamir dan bakteri
patogen.
Laboratorium Mikrobiologi unit Palur menggunakan
metode hitungan cawan atau Por Plate (metode taburan) untuk memeriksa
total mikroba dan untuk mengidentifikasi adanya bakteri Escherichia coli
dan Salmonella.
4. Laboratorium Fabrikasi
Laboratorium sebagai pusat keluar masuk bahan yang
akan diperiksa. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian nomor batch, kode
produksi setelah bahan diperiksa sesuai spesifikasi masing-masing di laboratorium
pengawasa mutu dan telah ditandai kelolosan uji. Pemeriksaan untuk produk
bentuk serbuk yaitu memeriksa derajat kehalusan memakai cara pengayakan mess
120 atau sesuai spesifikasi serbuk yang dianalisa. Memeriksa derajat kehalusan
serbuk, sifat serbuk dalam penyeduhan dan serbuk yang berlendir dalam jangka
waktu tertentu.
Untuk produk dalam bentuk kapsul, tablet, pil, obat
luar dalam bentuk padat dilakukan uji waktu hancur, uji kekerasan dan
keseragaman bobot. Tugas lainnya antara lain memeriksa dan ikuti mengawasi
kandungan zat aktif berkhasiat dalam produk dan menentukan tanggal kadaluarsa
untuk uji stabilitas. Yang dilakukan lainnya yaitu stabilitas kemasan,
pemeriksaan stabilitas fisik dari produk baru yang akan diproduksi.
Laboratorium fabrikasi berfungsi sebagai tempat
menyimpan arsip, mencocokkan tiket atau kemasan sesuai SAM (Standar Air
Mancur), membuat proses verbal dari arsip laboratorium produk jamu yang akan
dimusnahkan.
5. Laboratorium Sentral Instrumentasi
Sampel yang dikerjakan dilaboratorium
Sentral Instrumentasi adalah :
a) Simplisia (Bahan alam yang siap diproses
menjadi jamu)
b) Produk percobaan dari R & D ( Research
and Development)
c) Produk jadi
d) Stabilitas produk jadi
e) Bahan mutu
f) Kemasan
g) Produk pesaing
F. Proses Produksi Jamu
1. Pengolahan Bahan baku
a) Sumber bahan
Bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan jamu di PT.
Jamu Air Mancur diperoleh dari empat sumber yaitu kebun pembibitan PT. Jamu Air
Mancur, petani, pemasok dari dalam negeri dan pemasok luar negeri. Sebagian
besar bahan baku di peroleh dalam negeri, hanya sedikit yang diimport dari luar
negeri, misalnya gadung dan adas dari Cina, mungsi dan akar manis dari India.
Bahan-bahan tersebut diimport karena sulit didapatkan di Indonesia atau
kualitasnya tidak memenuhi syarat seperti yang diterapkan oleh Standar Air
Mancur (SAM).
b) Jumlah dan penyediaan
PT. Jamu Air Mancur di dalam memenuhi
kebutuhan/penyediaan bahan baku produksi, memasok bahan dari berbagai pedagang.
Jumlah dan macam kebutuhan bahan baku yang dipasok untuk tiap tahunnya tidak selalu
sama.
c) Spesifikasi bahan baku
Dalam memproduksi jamu, PT. Jamu Air Mancur
menggunakan bahan baku yang alami, baik bahan baku hewani maupun nabati. Bahan
baku tersebut sering disebut dengan simplisia. Simplisia adalah bahan alami
yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan
kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia hewani
yang pernah digunakan oleh PT. Jamu Air Mancur adalah ikan gemi, kripik (ayam
dan empot ayam). Simplisia nabati yang digunakan untuk produksi PT. Jamu Air
Mancur antara lain akar-akaran (akar alang-alangan), kayu-kayuan (kayu ulet),
daun-daunan (daun jambu monyet), pokok batang/rimpang (temulawak), biji-bijian
(biji botor), bunga-bungaan (bunga cengkeh).
G. Pengawasan Mutu
Tujuan utama dari pengawasan mutu adalah untuk
mengetahui efisiensi yang telah dicapai oleh suatu pabrik dalam melaksanakan
proses produksi. Selain itu juga untuk mengontrol jalannya proses produksi
sehingga jika terjadi penyimpangan dapat segera dilakukan tindakan-tindakan
perbaikan dengan cepat.
Agar produk yang dihasilkan oleh PT. Jamu Air Mancur tetap terjaga
mutunya, maka diperlukan pengawasan mutu yang sesuai dengan standar mutu yang
telah ditetapkan perusahaan PT. Jamu Air Mancur yaitu memiliki standar mutu
bahan baku yang telah mengacu pada Departemen Kesehatan yang disebut “Standar
Air Mancur (SAM)”. Pengawasan mutu dimulai dari bahan baku utama, bahan baku
penolong, proses, bahan setengah jadi (produk jamu), dan bahan pengemas.
Pengawasan mutu tersebut dilakukan oleh Laboratorium Penelitian dan
Pengembangan yang berpusat di unit kerja Palur, Kabupaten Karanganyar.
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan terdiri atas
6 buah Laboratorium sebagai unsur pokok,
yaitu Laboratorium Farmakognosi, Laboratorium Fitokimia, Laboratorium
Mikrobiologi, Laboratorium Farmakologi, Laboratorium Fabrikasi dan Laboratorium
Central dan Instrumentasi.
Pada Laboratorium Fabrikasi dilakukan pemeriksaan
terhadap waktu hancur, derajat halus, kadar air, kekerasan, dan keseragaman
bobot. Selain itu, laboratorium ini juga mengeluarkan nomor batch dan kode
produksi dari produk yang dihasilkan. Nomor batch diberikan apabila produk
tersebut telah memenuhi syarat dari pemeriksaan di seluruh laboratorium yang
ada. Bahanbahan yang diperiksa pada laboratorium ini antara lain jamu setengah
jadi, jamu jadi yang sudah dikemas, pil, tablet, kapsul, Madurasa, kosmetik,
dan obat luar.
H. Sanitasi
1. Sanitasi Bahan Baku
Sanitasi bahan baku dilakukan dengan cara
formalinisasi pada bahan baku yang berupa umbi-umbian, akar/rimpang, dan
biji-bijian. Formalinisasi dilakukan di gudang kantor tempat penyimpanan bahan
baku yang baru diterima dari pemasok. Biasanya dilakukan setiap 2 minggu sekali
dengan cara memanaskan kristal formalin di atas kompor listrik dalam ruang
tertup selama 10 jam. Tujuan formalinisasi adalah membunuh mikroorganisme,
serangga, dan mengusir hewan pengganggu. Setelah dilakukan formalinisasi akan
dilakukan pemeriksaan oleh laboratorium mikrobiologi. Jika formalin tidak
kontak langsung dengan bahan baku maka dianggap tidak bahaya.
Selain itu dengan melakukan sortasi. Proses ini
dilakukan karena mengingat bahan baku hasil pertanian yang diperoleh dari
petani, pengumpul dan pedagang, sehingga dimungkinkan masih banyak mengandung
mikroorganisme dan kotoran-kotoran yang masih melekat pada bahan. Sedangkan fumigasi dilakukan pada bahan yang berupa daundaunan dengan menggunakan
fostoksin dalam bentuk tablet. Fostoksin terdiri dari bahan aktif yang
dibungkus dengan kertas dan diletakkan di dekat atau di ruangan yang akan
difumigasi.
2. Sanitasi Ruangan dan Mesin Peralatan
Sanitasi ruangan produksi dilakukan setiap hari oleh
karyawan. Untuk pembersihan dilakukan setiap hari. Setiap dua minggu sekali
dilakukan formanilisasi dengan cara memanaskan formalin di atas kompor dengan
ruangan ditutup selama 10 jam. Sanitasi
mesin dan peralatan, peralatan produksi dibersihkan secara berkala bersamaan
dengan perawatan mesin minimal satu
bulan sekali. Mesin setelah dipakai dibersihkan dengan vacum. Pembersihan mesin
dilakukan pada saat pergantian bahan atau racikan.
3. Sanitasi Karyawan
Perlengkapan yang dikenakan karyawan antara lain
penutup rambut, pakaian kerja, masker, dan sarung tangan. Selama bekerja
karyawan wajib memakai alas kaki berupa sandal jepit yang telah disediakan
perusahaan. Kesulitan yang dialami perusahaan adalah jika pengawasan yang
kurang ketat, karyawan sering kali tidak mau mengenakan perlengkapan kerjanya
karena berbagai alasan seperti panas, membuat sulit bernapas, repot dan
lain-lain.
4. Penanganan Limbah
a) Limbah Padat
1) Limbah padat yang dihasilkan PT. Jamu Air
Mancur berupa :
2) Sisa empon-empon dan skala percobaan yang
dilakukan pihak laboratorium diolah menjadi pupuk kandang.
3) Sisa-sisa sortasi cara penanganannya
dibakar ditempat pembakaran yang selanjutnya dibuang di Tempat Pembuangan Akhir
(TPA).
4) Ranting yang masih mengandung minyak atsiri
dapat dijual kepada umum tetapi tidak pada perusahaan jamu competitor.
b) Limbah Cair
Limbah cair seperti air pembuangan sisa pencucian alat
dan bahan sebelum dibuang ke TPA diendapkan terlebih dahulu. Setelah diendapkan
baru dibuang, bagian yang jernih dibuang ke perairan umum tetapi dengan syarat
pH netral (6-8). Hasil analisa yang dilakukan ternyata tidak membahayakan
lingkungan dan selama ini belum ada keluhan dari masyarakat.
c) Limbah Lainnya
Limbah lain yang dihasilkan PT. Jamu Air Mancur adalah
debu, kotoran dari bahan baku, jamu serbuk yang diterbangkan angin. Untuk itu
dibagian penggilingan pada mesin penggiling telah dilengkapi kantung penyaring
udara sehingga bisa mengurangi pencemaran debu. Untuk debu yang ada di luar
bagian penggilingan dibersihkan dengan vacuum
cleaner.
I. Contoh Produk
1. Jamu Obat Dalam
2. Jamu Obat Luar
3. Produk Bersalin
4. Madu
BAB III SIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan, yang
berupa bahan dari tumbuhan, bahan dari hewan, bahan mineral, sediaan galenik,
atau campuran dari bahan-bahan tersebut, secara tradisional yang telah digunakan
berdasarkan pengalaman. PT. Jamu Air Mancur merupakan industri yang mengolah
tanaman berkhasiat obat menjadi produk jamu obat dalam, obat luar, minuman
kesehatan, kosmetik. PT. Jamu Air Mancur yang dahulu merupakan industri rumah
tangga seiring dengan perkembangan zaman kemudian berkembang menjadi perusahaan
besar yang menghasilkan produk jamu.
B. Saran
Makalah yang berjudul “kunjungan industri pt air
mancur” tentunya masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami harapkan kritik dan
saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini di masa mendatang.
Terimakasih.