A.
Lebah Madu
Selain
penghasil madu, lebah madu juga menghasilkan malam atau lilin lebah, propolis
atau perekat lebah, susu madu atau royal jelly dan manna (honeydew). Beranggotakan
12.000 spesies. Kebanyakan serangga ini hidup soliter. Lebah madu adalah
insekta sosial yang selalu hidup dalam suatu keluarga besar, yang disebut
koloni lebah. Setiap sarang dihuni oleh satu koloni lebah. Keunikan koloni
lebah ini adalah mempunyai polimorfisme, yaitu anggotanya memiliki keunikan
anatomis, fisiologis, dan fungsi biologis yang berbeda satu golongan dari
golongan atau strata yang lain. Lebah madu secara taksonomi dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom
|
Animalia
|
Filum
|
Arthropoda
|
Kelas
|
Hexapoda atau Insecta
|
Ordo
|
Hymenoptera
|
Famili
|
Apidae
|
Genus
|
Apis
|
Spesies
|
A. dorsata F
|
A. florea F
|
|
A. indica F
|
|
A. mellifera L
|
1.
Apis dorsata
Hidup
di hutan lebat sebagai lebah madu liar dan belum pernah berhasil diternakkan
dalam stup. Sarangnya terletak di dalam hutan, alam terbuka dan terlindungi
dari hujan dan sengatan sinar matahari. Indonesia menyebutnya lebah hutan atau
lebah raksasa. Lebah raksasa ini merupakan lebah madu yang paling produktif dan
penghasil malam lebah terbanyak. Madunya lebih encer daripada madu lebah biasa.
Kalau terganggu, lebah ini akan menyerang musuhnya secara berkawan. Sifatnya
liar dan galak. Satu koloni hanya terdiri dari sebuah sisir yang sangat besat
ukurannya, hasil madunya bisa mencapai 20 kg.
2.
Apis florea
Lebah
ini mengumpulkan madu selalu pada pagi hari. Jenis lebah ini termasuk lebah
madu dari marga Apis yang paling kecil ukurannya diantara spesies lebah madu
lainnya. Habitat hidupnya di daerah payau. Koloninya membuat sarang sebesar
telapak tangan yang menggantung di cabang-cabang pohon. Hasil madu dan malamnya
sedikit. Lebah madu ini berfungsi sebagai penyerbuk bunga-bunga kecil.
3.
Apis indica
Di
Indonesia dikenal dengan nama lebah lalat. Dapat diternakkan secara sederhana
dengan glodok atau secara modern dalam stup (kotak lebah). Lebah liar dari
jenis ini bersarang di celah-celah batu atau gua. Ciri khas lebah madu ini
adalah jinak dan gampang diternakkan dalam stup dan tidak suka gerakan kasar.
Kalau tidak dalam keadaan terjepit, lebah ini tidak akan menyengat. Lebah yang
menyengat akan segera mati karena sengatnya tertinggal. Lebah ini cukup
produktif, sehingga banyak dipelihara masyarakat desa sekitar hutan secara
tradisional dengan menggunakan glodok dari batang kelapa atau batang randu. Hasilnya
adalah madu dan larva lebah yang dikonsumsi sebagai lauk pauk. Di Jawa, malam
lebah digunakan untuk membatik.
4.
Apis mellifera
Lebah
madu ini aslinya berasal dari benua Eropa. Cirinya adalah memiliki gelang
berwarna kekuningan di belakang abdomen (rongga perut yang berisi alat
pencernaan). Warna tubuh bervariasi dari cokelat gelap sampai kuning hitam.
Sifatnya sabar dan selalu menjaga sarangnya agar tetap bersih. Lebah madu Eropa
ini sudah lama dijinakkan dan dibudidayakan orang. Di daerah beriklim dingin,
lebah ini tidak terlalu agresif dan kurang suka bermigrasi, tetapi peka
terhadap penyakit. Produktivitas madunya tinggi sehingga banyak yang beternak
lebah madu A. mellifera.
B.
Cara Hidup Lebah
Serangga
betina memiliki peran penting dalam kelompok. Perilaku dari lebah sangat
ditentukan oleh perilaku dari lebah betina. Beberapa lebah betina dari spesies
tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku
sosial. Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunnya
tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat
keturunnya belum menjadi lebah dewasa. Kadang kala beberapa spesies lebah
soliter (lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok) memberi makan dan
merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya, bentuk hubungan
seperti ini dikenal dengan istilah subsosial. Sementara pada tahap lebih
tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk
fisik masing-masing.
C.
Koloni Lebah
Koloni
adalah sekumpulan atau suatu kelompok lebah, terdapat tiga "kasta"
lebah, yaitu
- Ratu Lebah (Queen
Bee)
Setiap
sarang lebah hanya terdapat satu ratu lebah diantara jumlahnya mencapai 80,000
ekor dan mengawal semua kegiatan lebah
betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat
menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk
larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan vitamin dan gizi.Secara
genetik, sang ratu bertanggung jawab untuk mengkontribusikan karakteristiknya
pada lebah lainnya yang terdapat di sarang. Oleh karena itu, lebah yang
terdapat di sarang, sudah pasti “terbentuk dari elemen dasar yang sama” dengan
sang ratu lebah.
Tugas
utama ratu lebah adalah bertelur selama hidupya. Perkawinan ratu lebah ini
hanya sekali seumur hidup, yang dilakukan dengan cara terbang tinggi diangkasa
pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang
ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati karena testisnya
lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu
bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan sari madu
(royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.
- Lebah Jantan
(Drones)
Lebah
pejantan adalah satu-satunya lebah jantan yang terdapat di sarang lebah dan
hanya bertugas untuk membuahi sang ratu lebah. Enam belas hari setelah ratu
lebah yang baru terlahir, ia terbang ke tempat lebah jantan yang telah menunggu
kedatangannya. Setelah membuahi sang ratu, lebah jantan ini kemudian mati.
Lebah
jantan bertugas mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan
membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah
dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan
"royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.
Dalam
film-film animasi, jika madu yang mereka produksi diambil, mereka akan marah.
Kemarahan lebah bisa disebabkan karena terganggu dan terkejutnya koloni itu,
bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Untuk budidaya peternakan
lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil
peternakan lebah ini biasanya untuk komersil bisa juga untuk kebutuhan sendiri.
- Lebah Pekerja
Tugas
lebah pekerja (betina) yaitu mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu
merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari
dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan
madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas
membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah
pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini
adalah madu.
Lebah
pekerja terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam
ovarium yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan
ratu lebah bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan
setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur
menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).
Apabila
kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara
naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari
telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari
madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih
seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya
paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja,
terletak paling bawah sarang.
Lebah
pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan
ratunya. Secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir
dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur
yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
Ratu Lebah
|
Lebah Pekerja
|
Mengonsumsi royal jelly sepanjang hidupnya
|
Mengonsumsi royal jelly hanya pada 3 hari pertama dalam fase larva
|
Hidup 40 kali lebih lama diban-dingkan lebah pekerja, kira-kira 4 hingga
6 tahun
|
Hanya hidup untuk beberapa minggu, rata-rata sampai dengan 50 hari
|
Tumbuh 40% lebih besar diban-dingkan lebah pekerja
|
Memiliki tubuh lebih kecil dari ratu lebah
|
Bertelur (ribuan) setiap hari
|
Tidak berproduksi/mandul
|
Aktif secara seksual
|
Tidak aktif secara seksual
|
Membutuhkan 16 hari untuk berkembang
|
Membutuhkan 21 hari untuk berkembang
|
- Lebah
Perawat (Nurse Bee)
Lebah
perawat adalah lebah pekerja yang khusus merawat ratu lebah dan anak-anaknya
atau larva. Mereka bertanggung jawab untuk memproduksi royal jelly, serta
memberi makan sang ratu dengan royal jelly, bee pollen dan madu.
- Lebah
Pencari (Scouts Bees)
Lebah
pencari adalah lebah pekerja yang mencari sumber-sumber pollen, nektar dan
propolis. Ketika mereka menemukan sumber makanan yang terbaik, mereka akan
kembali ke sarang dan menginformasikannya kepada lebah pengumpul. Kemudian,
lebah pengumpul pergi untuk mengumpulkan makanan tersebut.
- Lebah
Pengumpul (Collector Bees)
Pada
saat lebah mengumpulkan pollen lebah hanya mengunjungi bunga dari spesies yang
sama dalam satu putaran pengumpulan, untuk memastikan bahwa nektar yang
dikumpulkan berasal dari satu sumber yang sama.
Ia juga mencampurkannya dengan sedikit madu dari mulutnya dan kemudian
membentuk gumpalan pollen yang akan disimpan dalam kantong yang terdapat di
kaki lebah.
Lebah
pengumpul menghisap nektar dari bunga-bunga dengan lidah mereka yang panjang.
Nektar yang terkumpul kemudian disimpan dalam sel madu yang terbuka. Sel-sel
ini akan tetap terbuka hingga nektar menguap dan terbentuk cairan madu yang
kental dan matang.
D.
Siklus Hidup Lebah
Lebah
menjalani metamorfosis lengkap (holometabola) sehingga terdapat empat tahap
bentuk kehidupan, yaitu
- Fase telur
Berlangsung
selama 3 hari. Sang ratu meletakkan sebutir telur di bagian dasar tiap-tiap
sel. Posisi telur berada di tengah sel de-ngan salah satu ujungnya melekat pada
dasar sel. Telur yang menetas akan menjadi larva. Pada tahapan ini, lebah
pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu.
Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu.
- Fase Larva
Berlangsung
selama 6 hari. Ketika larva menetas dari telur, selama 3 hari larva tersebut
diberikan royal jelly yang diproduksi dari kelenjar yang terdapat di kepala
lebah perawat.
- Fase Pupa
Berlangsung
selama 12 hari. Sel-sel setiap larva tersebut kemudian ditutup dengan lilin
selama 12 hari. Setelah 21 hari, lebah pekerja dewasa akan menetas.
- Fase Dewasa
E.
Manfaat Lebah
- Sarang lebah
Biasa
disebut dengan propolis merupakan resin yang dikumpulkan oleh para lebah dari
kulit pepohonan yang nantinya akan digunakan sebagai penutup lubang-lubang pada
sarang mereka. Propolis sendiri merupakan bahan-bahan yang lengket dari tumbuh-tumbuhan,
mengandung protein, vitamin A, B
kompleks, C,D,E, Biotin, maupun Bioflavanoid.
- Anti
jamur, Virus, maupun Bakteri
Kandungan
bioflavonoid dalam sarang lebah dapat membantu tubuh untuk menangkal
pertumbuhan mikroorganisme seperti virus, jamur, maupun bakteri yang berbahaya
bagi tubuh. Kandungan tersebut sangat sensitive terhadap beberapa jenis virus
seperti Staphyyococcus, Streptococcus, E. Coli, virus influenza, Herpes,
H.Pilori, serta Salmonella typhosa.
- Sebagai
Sumber Antioksidan Alami
Sarang
lebah dapat membantu tubuh dalam melawan serta menetralkan radikal bebas yang
dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan.
- Dapat
Meningkatkan Sistem Immun
Kandungan
biovlafonoid dalam sarang lebah mampu meningkatkan aktivitas sistem imuune
dalam tubuh sehingga mampu menangkal berbagai penyakit yang diakibatkan oleh
bakteri, virus, maupun mikroorganisme.
- Sebagai
Antiperadangan
Mengkonsumsi
sarang lebah (propolis) dapat membantu menghambat pengeluaran hormon yang dapat
menyebabkan reaksi terhadap peradangan atau yang biasa disebut sebagai
prostaglandine. Sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita rheumatoid
arthritis.
- Menjaga
Kesehatan Sistem Pencernaan
Kandungan
nutrisi yang terdapat dalam sarang lebah dipercaya mampu menangkal pertumbuhan
bakteri helicobakter pylory yang merupakan bakteri penyebab timbulnya
peradangan lapisan lambung.
- Mempercepat
Proses Penyembuhan Luka
Kandungan
vitamin C dapat membantu proses pertumbuhan jaringan baru dalam tubuh, sehingga
sangat baik jika dalam proses perawatan maupun penyembuhan luka.
- Penangkal
Stress
Kandungan
nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf
pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, eserta
dapat menekan rasa takut.
- Penangkal
Stress
Kandungan
nutrisi dalam sarang lebah juga sangat baik untuk membantu menekan saraf-saraf
pada otak sehingga dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks, tenang, serta
dapat menekan rasa takut.
- Lebah
- Sebagai
Terapi Kesehatan
Manfaat
lebah juga dapat memberikan efek pengobatan melalui sengatannya. Racun yang
dihasilkan dari sengatan tersebut dapat diberikan sebagai terapi untuk berbagai
jenis penyakit seperti rheumatoid arthritis, nyeri saraf (neuralgia), multiple
sclerosis (MS), mengurangi reaksi terhadap sengatan lebah pada orang yang
alergi (desensitisasi), pembengkakan pada tendon (tendonitis),
serta kondisi otot seperti fibromyositis dan enthesitis.
Selain
mengobati beberapa penyakit diatas, terapi sengatan lebah juga dapat membantu
dalam pengobatan penyakit HIV AIDS. Cara kerja sengatan ini antara lain adalah
dengan cara memecah cangkang virus penyebab penyakit lalu membunuh atau
menghancurkan virus tersebut.
- Madu
- Anti-alergi
Menurut
Dr. Matthew Brennecke, seorang dokter
naturopati di Fort Collins, Colorado menyatakan bahwa madu merupakan vaksin
alami yang dapat memicu respon immune yang dapat menghasilkan antibodi untuk
menangkal terjadinya alergi dalam tubuh. Selain itu, efek anti-inflamasi yang
terdapat dalam madu juga memiliki kemampuan untuk menenangkan batuk serta dapat
mengurangi gejala alergi musiman.
- Sumber
Energi
Dalam
setiap sendok madu terdapat sekitar 17 gram karbohidrat yang nantinya akan
diproses menjadi fruktosa serta glukosa
yang langsung dapat diserap oleh darah untuk dapat memberikan dorongan energi
dengan cepat.
- Meningkatkan
Memori
Kandungan
antioksidan yang terdapat dalam madu dapat membantu mencegah kerusakan sel
dalam otak. Sebuah studi yang dilakukan
pada tahun 2011 menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi sesendok madu setiap hari
dapat meningkatkan memori pada wanita yang memasuki masa menopause serta dapat
memberikan terapi alternatif untuk penurunan intelektual yang berhubungan
dengan hormon. Selain itu, manfaat madu juga dapat membantu penyerapan kalsium
yang sangat diperlukan organ otak.
- Penekan
Gangguan Batuk
Sebuah
penelitian yang diterbitkan dalam jurnal pediatrick pada tahun 2012 menyatakan
bahwa madu dapat dijadikan obat alternatif untuk mengatasi gangguan pilek dan
batuk. Cairan kental serta rasa manis dalam madu dapat melindungi tenggorokan
dari serangan batuk yaitu dengan memicu ujung saraf . Madu juga dapat digunakan
untuk mengobati infeksi saluran pernapasan bagian atas.
- Mengatasi
Gangguan Tidur
Manfaat
lebah juga terdapat dalam madu memiliki sifat yang mirip dengan gula, yaitu dapat menyebabkan
kenaikan insulin dan melepaskan serotonin untuk meningkatkan suasana hati dan
kebahagiaan. Madu mengandung asam amino, termasuk tryptophan yang kemudian
diubah menjadi serotonin dan kemudian ke melatonin.
- Menghilangkan
Ketombe
Menurut
sebuah studi yang diterbitkan European Journal of Medical Research pada tahun
2001 menyatakan bahwa menerapkan madu
yang telah diencerkan dengan air hangat pada daerah kulit kepala, dapat
membantu mengatasi rasa gatal yang terjadi akibat timbulnya ketombe serta
kerontokan pada rambut. Sifat antibakteri dan antijamur yang terdapat dalam
madu juga dapat mengatasi gangguan dermatitis seboroik. Sifat anti-inflamasi
dalam madu dapat mengatasi kemerahan dan rasa gatal-gatal pada kulit kepala.
- Luka
Bakar
Madu
dapat digunakan sebagai pengobatan konvensional untuk luka dan luka bakar
sebagai desinfektan luka.
- Perawatan
Kecantikan
Madu
merupakan bahan dasar pembuatan kosmetik sejak bertahun-tahun lamanya. Selain
teksturnya yang lembut, madu juga mengandung berbagai macam nutrisi seperti
vitamin, mineral, antioksidan, serta potasium.
Pustaka
Pustaka
Novilla, Arina. (2011).”Aktivitas Antioksidan Ekstrak Propolis Lebah Madu Lokal Apis
Mellifera”. Makalah Stikes A.Yani.
https://id.wikipedia.org/wiki/Lebah


