A. Tujuan
Mengetahui cara mengecek kolesterol
B. Dasar Teori
Kolesterol merupakan sterol utama dalam
tubuh manusia. Kolesterol merupakan komponen struktural membran sel dan
lipoprotein plasma, dan juga merupakan bahan awal pembentukan asam empedu serta
hormon steroid. Sterol dan derivatnya sukar larut dalam larutan berair tetapi
larut dalam pelarut organik, terutama alkohol. Sehingga senyawa ini dimasukkan
kedalam golongan lipid. Ketidaknormalan dalam metabolisme atau pengankutan
kolesterol lewat plasma rupa-rupanya ada kaitannya dengan dengan perkembangan
arterosklerosis. Selain itu batu empedu yang yang terjadi tersusun terutama
dari kolesterol (Montgomery, 1993).
Kolesterol merupakan steroida penting,
bukan saja karena merupakan komponen membran tetapi juga karena merupakan
pelopor biosintetik umum untuk steroida lain termasuk hormon steroida dan garam
empedu (Page, 1985).
Kolesterol dihubungkan dengan metabolisme lipid,
dan merupakan sumber untuk sintesa hormon steroid. Kolesterol dieksresikan ke
dalam empedu sebagai kolesterol yang tak berubah atau asam empedu, kolesterol
dipertahankan dalam bentuk larutan didalam empedu oleh garam-garam empedu dan
fospolipid. Kolesterol yang dilepaskan dari jaringan tepi diesterifikasi di
dalam plasma dengan asam lemak yang berasal dari lesitin oleh lesistin
kolesterol asiltransferase (LCAT) dan diangkut sebagai HDL ke hepar. Ester
kolesterol ini bias diangkut ke lipoprotewin lain oleh penukaran dengan
trigliserida.
Penurunan ester kolesterol plasma timbul
bila terdapat kerusakan sel parenkim hepar, karena defesiensi LCAT yang berasal
dari hepar. Terdapat defisiensi LCAT yang jarang, pada mana terjadi akumulasi
kolesterol bebas di dalam plasma dan jaringan (Baron, D.N 1990).
Jenis-Jenis Kolestrol
Lipoprotein terbagi menjadi 5 fraksi sesuai
dengan berat jenisnyayang dibedakan dengan cara ultrasentrifugasi. Kelima
fraksi tersebut adalah kilomikron, very low density lioprotein (VLDL),
intermediatedensity lipoprotein (IDL), low density lipoprotein (LDL), dan high
density lipoproteinhigh (HDL).
a. Kilomikron
Merupakan lipoprotein dengan berat molekul terbesar
danmengandung Apo-B48. Kandungannya sebagian besar trigliserida (80-95%) untuk
dibawa ke jaringan lemak dan otot rangka. Kilomikron juga mengandung kolesterol
(2-7%) untuk dibawa ke hati. Setelah 8-10 jamsejak makan terakhir, kilomikron
tidak ditemukan lagi di dalam plasma.Adanya kilomokron sewaktu puasa dianggap
abnormal (Dalimartha,2008).
b. Low Density Lipoprotein (LDL)
Ini sering disebut dengan istilah kolesterol jahat
adalah kolesterol yang mengangkut paling banyak kolesterol dan lemak di dalam
darah. Kadar LDL yang tinggi dan pekat ini akan menyebabkan kolesterol lebih banyak
melekat pada dinding-dinding pembulu darah pada saat transportasi dilakukan.
Kolesterol yang melekat itu perlahan-lahan akan mudah membentuk
tumpukan-tumpukan yang mengendap, seperti plak pada dinding-dinding pembulu
darah. Akibatnya saluran darah terganggu dan ini bisa meningkatkan resiko
penyakit pada tubuh seseorang seperti stroke, jantung koroner, dan lain
sebagainya (Graha, 2010).
c. High Density Lippoprotein (HDL)
Ini sering disebut dengan istilah kolesterol baik.
Kolesterol HDL ini mengangkut kolesterol lebih sedikit dan mengandung banyak
protein. HDL berfungsi membuang kelebihan kolesterol yang dibawa oleh LDL
dengan membawanya kembali kehati dan kemudian diurai kembali. Dengan membawa
kelebihan koletserol yang dibawa oleh LDL tadi, maka HDL membantu mencegah
terjadinya pengendapan dan mengurangi terjadinya plak dipembulu darah yang
dapat mengganggu peredaran darah dan membahayakan tubuh. Karena itu kolesterol
HDL ini disebut kolesterol baik (Graha, 2010)
d. Very Low Density Lioprotein (VLDL)
Dibentuk dari asam lemak bebas di hati dengan
kandungan Apo-B100. VLDL mengandung 55-80% trigliserida dan 5-15%
kolesterol(Dalimartha, 2008).
e. Intermediate Density Lipoprotein (IDL)
Juga mengandung trigliserida (20-50%) dan kolesterol
(20-40%).IDL merupakan zat antara yang terjadi sewaktu VLDL dikatabolisme
menjadi LDL. IDL disebut juga VLDL sisa (Dalimartha, 2008).
C. Alat dan Bahan
·
Pipet piston
·
Tabung reaksi
·
Sentrifudge
·
Spektrofotometer
|
·
Serum
·
Reagensia
|
D. Prosedur Kerja
a. Ambil sampel darah
b. Sentrifugasi
c. Ambil plasma darah
d. Masukan 10 µl sampel dan 1000 µl reagensia
e. Baca dengan spektrofotometer
E. Pembahasan
Dalam praktikum kali ini dilakukan
pengujian lemak berupa pengukuran kada kolesterol pada sampel darah
sukarelawan. Kolesterol merupakan steroid alkohol tidak jenuh yang termasuk
golongan lipid, yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi larut
dalam pelarut organik. Pengambilan sampel darah diambil melalui pembuluh darah
vena pada siku sukarelawan, pengambilan pada daerah tersebut dirasa lebih mudah
karena pembuluh darah terletak dekat dengan permukaan kulit, ukurannya cukup
besar dan tidak ada syaraf yang besar di sekitar area pengambilan darah.
Kemudian sampel yang didapat dimasukan ke
dalam tabung reaksi dan dilakukan sentrifudge agar plasma darah untuk sampel
terpisah dari serum darahnya. Plasma darah merupakan darah yang telah
dipisahkan dari sel-sel darah merah dan zat-zat koagulan serta biasanya
berwarna kuning pucat. Pemisahan ini dilakukan berdasarkan perbedaan berat
jenis zat. Bagian yang digunakan untuk pengujian adalah plasma darah karena
berwarna lebih bening sehingga mudah untuk ditiembus cahaya pada
spektrofotometer, selain itu juga pada plasma darah akan terjadi interferen
dari protein-protein darah. Sedangkan larutan reagen merupakan campuran dari
beberapa enzim yang dapat mengubah kolesterol menjadi suatu senyawa berwarna
sehingga dapat dideteksi oleh spektrofotometri UV-Vis.
Pada proses pengambilan reagen, dan sampel
dilakukan dengan menggunakan mikropipet (pipet piston). Hal ini disebabkan jumlah
larutan yang diambil sangat sedikit (10 μL). Thumb knob ditekan sampai hambatan
pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi karena cairan yang
terambil akan lebih besar daripada jumlah yang sebenarnya. Setelah itu, tip dimasukkan ke dalam cairan sedalam 3-4 mm
karena jika kurang dari nilai tersebut dikhawatirkan cairan tidak terambil
sempurna (ada gelembung udara yang terambil), sedangkan jika lebih dari nilai
tersebut dikhawatirkan terdapat kontaminan dari tip pipet. Selanjutnya pipet ditahan
dalam posisi vertikal kemudian tekanan dari thumb knob dilepaskan sehingga
cairan masuk ke tip. Ujung tip dipindahkan ke dalam kuvet. Untuk mengeluarkan
cairannya, thumb knob ditekan sampai hambatan kedua / second stop atau ditekan
semaksimal mungkin sehingga semua cairan keluar dari ujung tip. Pipet piston
digunakan dalam percobaan ini karena memiliki ketelitian, sensitivitas, dan
spesifisitas yang tinggi bila dibandingkan dengan pipet gelas.
Setelah itu kuvet diinkubasikan pada suhu ruang yaitu 27 oC
selama 10 menit. Proses inkubasi ini bertujuan memberikan waktu untuk
terjadinya reaksi antara kedua larutan dalam campuran tersebut. Saat proses
inkubasi, terjadi reaksi antara reagen dengan kolesterol yang terdapat pada
larutan sampel. Setelah diinkubasi, kedua larutan yang tadinya berwarna bening
berubah menjadi warna merah rosa. Warna
merah tersebut menandakan telah terjadinya reaksi antara enzim dengan
kolesterol. Warna merah tersebut berasal dari senyawa quinoneimine, yang
merupakan hasil reaksi antara reagen dan kolesterol. Reaksi yang terjadi
yaitu sebagai berikut
Perubahan warna (menjadi berwarna merah)
diperlukan agar campuran larutan dapat diukur absorbansinya dengan menggunakan
spektrofotometer UV-Vis, khususnya dengan sinar visibel. Quinoeimine akan
terukur absorbansinya pada panjang gelombang 546 nm dan nilai absorbansi
tersebut sebanding dengan kadar kolesterol dalam darah.
Hasil yang didapatkan dari spektrofotometer
yaitu kadar kolesterol sukarelawan sebesar 357mg/dl. Kadar tersebut berada jauh
diatas kadar normal kolesterol yaitu 140 – 250 mg/dl. Keadaan seseorang yang
kadar kolesterolnya tinggi disebut dengan hiperlipidemia. Pada hyperlipidemia
kadar lemak (kolesterol, trigliserida, atau keduanya) dalam darah meningkat
sebagai manivestasi kelainan metabolisme atau transportasi lemak/lipid. Lipid
atau lemak adalah zat yang kaya akan energi, yang berfungsi sebagai sumber
utama dalam proses metabolisme.
Hasil pengukuran yang tinggi tersebut belum
tentu akurat karena pengujian hanya dilakukan satu kalli dan tanpa adanya
pembanding yang digunakan untuk blanko dalam pengujian. Hasil tersebut dapat
menjadi lebih tinggi bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti pengukuran
sampel yang kurang teliti, keterbatasan pada alat, proses kalibrasi yang kurang
tepat ataupun faktor lain yang dapat berasal dari sukarelawan. Sehingga
diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui keakuratan hasil yang lebih
baik.
F. Kesimpulan
a. Kolesterol merupakan steroid alkohol tidak jenuh yang termasuk golongan
lipid, yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam
pelarut organik. Pengambilan sampel darah diambil melalui pembuluh darah vena
pada siku sukarelawan dan diuji dengan spektrofotometer
b. Hasil pengujian didapatkan kadar kolesterol 357mg/dl dimana dapat
dikatakan bahwa sukarelawan mengalami hyperlipidemia.
G. Daftar pustaka
Kee, J. L. 1997. Pemeriksaan Laboratorium and Doagnostik.
Penerbit EGC. Jakarta.
Kimball, John W. 1983. Biologi, Jilid 2. Jakarta: Penerbit
Erlangga
Lehninger, Albert L. 1994. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 3. Jakarta:
Erlangga
Nogrady, Thomas. 1992. Kimia Medisinal Terbitan Kedua. Bandung:
Penerbit ITB
Staf Pengajar Departemen Farmakologi FK UNSRI. E. 2008. Kumpulan
Kuliah Farmakologi. Edisi 2. Penerbit EGC. Jakarta.
Villee, Claude A. 1999. Zoologi Umum Edisi Keenam. Jakarta:
Erlangga