Welcome to my blog, semoga informasinya bisa bermanfaat ...
Thank's for visit guys...

Kamis, 05 Februari 2015

Macam-Macam Penyakit Saluran Cerna



  1. Kanker Lambung
Kanker lambung adalah sejenis kanker saluran cerna dengan insiden paling tinggi. Menurut data 20% dari semua jenis kanker terjadi di saluran lambung-usus. 10% dari kanker lambung berupa limfoma, yakni terdiri dari jaringan-jaringan limfoid yang mirip dengan jaringan kelenjar limfe yang tidak terdapat pada lambung sehat.
Akhir tahun 1997 telah dibuktikan bahwa kuman Helicobacter pylori juga memegang peranan pada semua  kanker ini. Banyak pengidap kanker lambung semula menderita tukak lambung. Kuman Helicobacter pylori masuk melalui penyakit gastritis kronis dan atrofia sel yang diduga berangsur-angsur menyebabkan berkembangnya tumor ganas. Pembedahan dan radiasi kini tidak diperlukan lagi karena kuman masih bisa dibasmi menggunakan antibiotik. Faktor resiko kanker lambung meningkat jika penderita merokok, pecandu alkohol dan memakan makanan yang mengandung banyak garam dan nitrat.

  1. Radang Kerongkongan (Oesophagitis)
Kerongkongan tahan terhadap ludah, tetapi peka terhadap getah lambung dan getah duodenum. Bila otot penutup di permukaan lambung tidak menutup dengan sempurna dan peristaltik tidak bekerja dengan baik, dapat terjadi aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan. Bila kejadian ini berlangsung sering atau jangka waktu lama, mukosanya dapat dirusak oleh asam lambung (pepsin). Luka yang timbul berubah menjadi peradangan dan akhirnya dapat berkembang menjadi tukak.
Gejalanya berupa rasa terbakar dan perih di belakang tulang dada, yang disebabkan karena luka-luka mukosa bersentuhan dengan makanan atau minuman yang merangsang. Seperti alkohol, minuman bersoda dan sari buah. Timbul pula rasa asam atau pahit di mulut akibat mengalirnya kembali isi lambung. Sebagai reaksi terhadap rangsangan asam itu pada mukosa kerongkongan secara otomatis akan timbul sekresi ludah. Sifat alkalis dari ludah selanjutnya akan menetralkan keasaman getah lambung. Akan tetapi bila kejadiannya terlalu banyak maka mekanisme perlindungan tersebut tidak akan mencukupi.
Tindakan umum yang bisa dilakukan adalah dengan menaikan bagian kepala dari tempat tidur dengan ketinggian 10-15cm, juga jangan menggunakan pakaian ketat ataupun membungkukan badan kearah depan.

  1. Tukak Usus
Duodenum tahan terhadap garam empedu, lisolesitin dan tripsin, tetapi peka terhadap asam. Akibat hiperaktivitas lambung, gangguan dalam motilitas, isi lambung yang asam dapat diteruskan ke usus terlampau cepat dan dalam jumlah berlebihan. Bila mukosa duodenum untuk jangka waktu lama bersentuhan dengan asam tersebut, timbulah radang usus halus dan kemudian tukak duodenum. Fungsi bikarbonat dari getah pankreas adalah untuk menetralkan asam tersebut. Oleh karena itu pada tukak usus, asam lambung memegang peranan utama. Hal ini berlainan dengan tukak lambung, dimana derajat asam adalah normal atau bahkan lebih rendah daripada orang-orang sehat.

  1. Tukak Lambung
Selain infeksi dari kuman Helycobacter pylori dengan peradangan dan kerusakan sel sebagai penyebab utama, berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi tukak lambung :
a.       Terdapatnya gastritis kronis.
b.  Gangguan motilitas lambung, khususnya terhambatnya peristaltik dan pengosongan lambung.
c.    Stress, ketegangan psikis dan emosional dengan produksi kortisol berlebihan dan merokok.

  1. Radang Lambung (Gastritis)
Bila mukosa lambung sering kali atau dalam waktu cukup lama bersentuhan dengan aliran balik getah duodenum yang bersifat alkalis, peradangan sangat mungkin terjadi dan akhirnya malah berubah menjadi tukak lambung. Hal ini disebabkan karena mekanisme kerja penutupan polyrus tidak bekerja dengan sempurna. Mukosa lambung dikikis oleh garam-garam empedu. Akibatnya timbul luka-luka mikro, sehingga getah lambung dapat meresap ke jaringan-jaringan dalam dan menyebabkan beberapa keluhan.
Penyebab lain adalah hipersekresi asam sehingga dinding lambung dirangsang secara kontinu dan akhirnya dapat terjadi gastritis dan tukak. Sekresi berlebihan bisa merupakan efek samping dari suatu tukak usus yang agak jarang disebabkan oleh suatu timor di pankreas.  Penyebab  lain adalah hipersekresi asam sehingga dinding lambung dirangsang secara kontinu dan akhirnya dapat terjadi gastritis dan tukak. Sekresi berlebihan bisa merupakan efek samping dari suatu tukak usus yang agak jarang disebabkan oleh suatu tumor di pankreas dengan pembentukan gastrin yang menstimulasi produksi asam.
Akhirnya gastritis dapat pula disebabkan oleh turunnya daya tangkis mukosa yang dalam keadaan sehat sagat tahan rerhadap sifat agresif pepsin-HCl.
Gejala-gejala umumnya tidak ada atau kurang nyata, kadang kala dapat berupa gangguan pada pencernaan, nyeri lambung dan mntah-muntah akibat erosi kecil di selaput lendir. Adakalanya terjadi pendarahan.